Mobil doble cabin milik Kompi 2 Batalyon C Pelopor disulap menjadi alat penyemprot disinfektan. (ist/lakeynews.com)

Laporan:
Sarwon Al Khan,
Dompu

SARANA dan prasarana (fasilitas) yang dimiliki Satbrimob Polda NTB, terutama di Dompu masih terbatas.

Namun, keterbatasan itu tidak lantas membuat satuan elit korps berbaju cokelat itu berdiam diri. Apalagi saat negeri ini tengah dilanda wabah Covid-19.

Semangat mereka dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan semakin membara, tidak patah.

Keterbatasan itu justru membuka cakrawala berpikir sejumlah personel Brimob untuk berkreasi.

Seperti yang dilakukan jajaran Brimob Dompu. Personel-personel Kompi 2 Batalyon C Pelopor melakukan terobosan kreatif.

Mereka mengubah kendaraan Double Cabin menjadi alat semprot disinfektan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kendaraan yang sudah disulap jadi alat semprot itu, Kamis (9/4) dipakai untuk melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa wilayah Kabupaten Dompu.

“Kegiatan itu Sesuai Surat Telegeram Kapolri Nomor: ST/1024 /III/KES.7/2020 tanggal 30 Maret 2020 tentang Penyemprotan Cairan Disinfektan,” kata Kabid Humas Polda NTB Artanto, SIK, M.Si, dalam siaran pers yang diterima Lakeynews.com, Jumat (10/4).

Menurut Artanto, penyemprotan disinfektan dilaksanakan menyikapi keresahan masyarakat akibat mewabahnya Covid-19.

Personel-personel Satbrimob dibrieving sebelum diterjunkan. (ist/lakeynews.com)

Diketahui, dalam antisipasi penyebaran dan mewabahnya virus corona di NTB, Polri masuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Di mana saja tempat penyemprotan disinfektan oleh Brimob Dompu pada hari Kamis itu?

Artanto menyebut, antara lain, di wilayah Kecamatan Woja. Seperti di Dusun Perkampungan Baru dan Dusun Selaparan, Desa Matua; Lingkungan 1, Kelurahan Monta Baru; SPBU Kandai Dua; Dusun Rasana’e Utara, Desa Bakajaya; dan di Kelurahan Kandai Dua.

Sedangkan Personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor (Brimob Sumbawa) melaksanakan penyemprotan di sejumlah fasilitas umum. Antara lain, masjid, sekolah, Pasar Maluk dan kantor desa di Desa Pasir Putih dan Desa Maluk Loka, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

“Dengan penyemprotan disinfektan sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19 ini, kita harapkan dapat mengurangi keresahan masyarakat,” ujar Artanto.

Pada sisi lain, Artanto kembali mengimbau seluruh laporan masyarakat NTB agar mematuhi anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19-19.

“Mari kita lakukan Social Distancing atau jaga jarak, biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Budayakan hidup sehat dan bersih, serta gunakan alat pelindung diri berupa masker,” imbuhnya. (*)