Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dompu, Jufrin, ST, M.Si. (dok/lakeynews.com)

Terkait Jamaah Tabligh yang Dinyatakan Suspect Corona

DOMPU, Lakeynews.com – Pernyataan Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Kota Bima di beberapa media online terkait status kesehatan jamaah tabligh asal Kabupaten Dompu yang dinyatakan satu orang suspect Virus Corona (Covid-19) ditanggapi Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dompu, Jufrin, ST, M.Si.

Menurutnya, Kadikes itu asal bicara. Pernyataan tersebut tidak mendasar. Tidak sesuai dengan kondisi yang dialami jamaah. Pernyataan tersebut berdampak pada keresahan masyarakat Dompu.

Untuk menentukan status kesehatan jamaah setelah dilakukan pemeriksaan harus berdasarkan uji laboraturium.

“Tidak ada kewenangan Kadikes Kota Bima untuk mengeluarkan statemen jamaah Dompu suspect corona. Pernyataan Kadikes ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Jef pada Lakeynews.com, Jumat (27/3).

Bang Jef meluruskan informasi tersebut. Dijelaskan, Kamis (26/3) malam pihaknya memantau dan melakukan pemeriksaan terhadap 133 warga asal Dompu yang kembali dari kegiatan Ijtima Dunia Zona Asia 2020, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Rombongan jamaah tabligh tiba di Pelabuhan Bima sekitar pukul 22.40 Wita tadi malam dengan menggunakan armada kapal laut. Mereka dilakukan proses pemeriksaan kesehatan oleh tim medis.

Pemeriksaan, baik dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bima maupun Tim Medis Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Dompu, satu orang jamaah tersebut mengalami sakit biasa. “Mungkin karena kondisinya sudah tua, ditambah perjalanan jauh,” duganya.

Namun, sesuai Protap, jamaah tersebut tetap harus mendapat perawatan. Sehingga, dibawa ke RSUD Bima untuk diisolasi sambil menunggu hasil laboratorium. “Yang bersangkutan kita putuskan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP),” jelasnya.

Sementara itu, para jamaah lain yang dinyatakan tidak ada gangguan kesehatan langsung dipulangkan ke rumah masing-masing. Namun, mereka tetap dalam pengawasan pemerintah desa, Camat, Danramil dan Polsek.

“Kita harap para jamaah ini bisa karantina diri di rumah masing-masing,” harapnya.

Hingga berita ini diupload, Kadikes Kota Bima belum berhasil dikonfirmasi. (di)