Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah. (ist/lakeynews.com)

Laporan:
Sarwon Al Khan, Mataram

BELAKANGAN ini, menguat wacana dan usulan dari beberapa elemen agar Pemprov NTB memberlakukan lockdown guna meredam hingga menghentikan laju penyebaran virus corona (Covid-19). Bagaimana tanggapan Pemprov?

Meski tidak terang-terangan menolak, dari penjelasan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah cukup menggambarkan, bahwa usulan tersebut belum dapat langsung dieksekusi.

“Terima kasih kepada yang telah bersuara harus lockdown dan lainnya,” kata Gubernur di beberapa kesempatan, termasuk melalui akun FB pribadinya.

Gubernur mengaku, komunikasi Pemprov dengan pemerintah pusat dan Pemkab/Pemkot sangat baik. “Kami, Alhamdulillah sangat kompak,” ujarnya.

Apapun pandangan dan masukan baik dari berbagai elemen, akan sangat diperhatikan. Pihaknya terus memantau dan melihat perkembangan.

Menurutnya, kegiatan penerbangan dan pelabuhan di NTB saat ini sudah sangat sepi. Yang masih diizinkan pihaknya, angkutan-angkutan yang membawa hasil pertanian ke luar NTB. Seperti pisang, cabai dan lainnya.

“Kalau lockdown, maka semua barang ini akan busuk. Bagitu juga barang-barang lain. Barang-barang yang masuk ke tempat kita juga kebanyakan barang dan komoditas saja,” paparnya.

Demikian juga manusia yang lewat pelabuhan-pelabuhan NTB sudah sangat sedikit. Screening-nya pun sudah sangat ketat. “Banyak yang bilang ayo lockdown, kecuali barang dan komoditas saja,” ujarnya.

Pada praktiknya, meski tanpa menyebut-nyebut lockdown, kenyataan di lapangan sudah seperti ini. “Kemarin karena isu lockdown di NTB, akhirnya pesawat-pesawat banyak yg membatalkan penerbangan,” ungkap Gubernur.

Bahkan, akibat isu lockdown itu, sample corona virus dari Sumbawa akhirnya dibawa ke Mataram dengan menggunakan sepeda motor. “Semua ketakutan pakai mobil,” tegasnya.

“Coba bayangkan, bagaimana sample ini mau sampai Mataram dari Sumbawa kalau pelabuhan kita ditutup,” sambungnya dengan nada tanya.

Dia menilai, keinginan lockdown dari sebagian elemen karena mengasumsikan virus (corona) itu dari luar. “Virus itu sudah di tempat kita dan bersama kita. Yan datang dari luar sudah sangat-sangat dibatasi dan screeningnya sudah sangat ketat,” tandasnya.

Perang (pada virus corona) sebenarnya adalah perang di benak dan di pikiran setiap individu. Yakni perang melawan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan.

Gubernur mengajak hadapi virus ini dengan banyak berdoa, bermunajat pada Yang Maha Kuasa. Kemudian biasakan hidup sehat, makan dan istirahat yang cukup, berolahraga dan membuat suasana lebih segar dan penuh optimisme.

“Saya yakin, ini semua ujian untuk kita semua. Naik kelas dan jadi lebih kuat,” gugah pria yang akrab disapa Bang Zul ini.

“Setelah kesulitan, akan hadir banyak kemudahan. Insya Allah semua ini akan berlalu,” sambung Gubernur mengakhiri tanggapannya. (*)