Suasana Rapat Antisipasi Berkembangnya Virus Corona (Covid 19) di NTB, Ahad (15/3) siang. (ist/lakeynews.com)

MATARAM, Lakeynews.com – Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, mengungkapkan, hingga saat ini, belum ada warga NTB yang positif terkena Virus Corona (Covid-19).

“Semua pasien yang diisolasi di ruang isolasi (posko) di RSUP NTB dinyatakan negatif dari Virus Corona. Pasien-pasien tersebut masih dalam pemantauan,” jelas Nurhandini.

Hal tersebut disampaikan dr. Nurhandini dalam Rapat Antisipasi Berkembangnya Virus Corona (Covid 19) di NTB, Ahad (15/3) siang. Rapat yang dipimpin Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur itu diikuti Wagub, beberapa bupati dan walikota serta pihak-pihak terkait lainnya.

Menurut Nurhandini, ruang isolasi Virus Corona di RSUP saat ini dalam keadaan kosong. Baik orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) berada di rumah masing-masing dan di rumah sakit. “Tetapi belum ada yang positif terkena Covid-19,” tegasnya.

Dikatakan, orang yang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit. Namun orang pada kategori ini sempat bepergian ke negara yang terpapar corona. Atau, sempat melakukan kontak dengan orang yang diduga positif terkena corona. “Sehingga, harus dilakukan pemantauan atau pengawasan sementara,” tandasnya.

Pemprov NTB telah melakukan berbagai tindakan, pencegahan dan persiapan penanganan yang tepat terkait penyebaran Virus Corona (Covid 19) agar virus tersebut tidak masuk ke NTB.

Sejauh ini, jelasnya, di NTB telah memiliki empat rumah sakit yang menjadi RS Rujukan resmi dan siap menerima pasien yang terkena Virus Corona. Yaitu RSUD Provinsi NTB, RSUD Selong Lombok Timur, RSUD Bima, RSUD Manambai Sumbawa dan RSUD Praya.

Khusus RSUD Praya tengah melakukan persiapan untuk menjadi rumah sakit kelima di NTB yang menjadi rumah sakit resmi rujukan dan siap menerima pasien yang terkena Virus Corona.

Kelima rumah sakit tersebut, papar Nurhandini, telah siap untuk menerima dan menangani pasien yang terkena Virus Corona.

Terkait ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Ruang Isolasi, juga sudah siap. Masing-masing rumah sakit tersebut memiliki satu sampai dua set APD Corona. “Satu set bisa digunakan untuk 2-4 orang,” ujarnya.

Lebih jauh Nurhandini memaparkan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di ruang Isolasi RSUP NTB sebanyak sembilan orang. “Delapan orang pascadilaksanakan isolasi, hasilnya negatif dari Labolatorium BA Litbangkes RI. Sedangkan satu orang lagi masih dalam pengawasan,” tuturnya.

Pasien yang sudah dikarantina di Graha Mandalika RSUP NTB, rumah masing-masing dan rumah sakit sebanyak 110 orang. Status mereka, Orang Dalam Pemantauan ( ODP).

“Dari 85 orang sudah selesai melaksanakan observasi dan 25 orang masih dalam observasi karantina,” tandasnya.

Dan, dari 25 orang itu, 1 orang Karantina Garaha Mandalika, 1 orang Karantina RS dan 23 orang karantina rumah.

Khusus ke-23 orang yang karantina rumah tersebar di lima kabupaten dan dua kota. Terbanyak di Kota Mataram, 12 orang. Selebihnya, Kabupaten Sumbawa Barat 1 orang, Lombok Barat 5 orang, Lombok Tengah 1 orang, Lombok Timur 1 orang, Dompu 1 orang dan Kota Bima 2 orang. (khn)