Ketua Komisi I DPRD Dompu Ir. Muttakun (kopiah hitam) bersama istri dan pendukungnya. (ist/lakeynews.com)

 

DOMPU, Lakeynews.com – Ketua Komisi I DPRD Dompu Ir. Muttakun angkat bicara soal Narkoba yang mengkronis di daehnya.

Hanya saja, dia tidak spesifik menyoroti marak dan parahnya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di daerahnya.

Politisi NasDem peraih suara terbanyak pada Pemilu Legislatif 2019 itu, cenderung pada dukungan terhadap upaya aparat penegak hukum. Selain penguatan lembaga-lembaga terkait agar lebih berfungsi maksimal.

“Kerja aparat hukum perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat,” Muttakun menanggapi pemberitaan Lakeynews.com terkait “Narkoba di Dompu Makin Parah; Apa yang Mesti Dilakukan?”

BACA JUGA : Narkoba di Dompu Makin Parah; Apa yang Mesti Dilakukan?

Menurutnya, pemerintah desa dengan dana desa dapat mengalokasikan anggaran untuk program peningkatan mental spritual bagi generasi muda.

“Dana desa juga bisa untuk program pengembangan usaha ekonomi kreatif berbasis pemuda yang belum bekerja,” tandasnya.

Pada sisi lain, Satpol PP, Linmas dan Damkar harus diperkuat dengan memberikan anggaran dan fasilitas memadai.

Dengan demikian, lembaga-lembaga tersebut dapat melaksanakan penegakkan Perda, Perkada, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman, serta perlindungan masyarakat.

Begitu juga dengan Bakesbangpoldagri harus diperkuat untuk melaksanakan pembinaan dan penguatan jaringan.

Penguatan peran organisasi sosial, organisasi masyarakat dan berkolaborasi dengan Forum Keswapadaan Dini Masyarakat (FKDM) penting dilakukan untuk pencegahan dini terhadap berbagai persoalan yang menimbulkan keresahan masyarakat.

“DPRD tugasnya melahirkan regulasi berupa Perda pencegahan dan pemberantasan terhadap Narkoba,” tandasnya.

Sejumlah nitizen di medsos FB pun ikut berkomentar. Salah satu akun, Diaul Anhar menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu.

“Bandar dan pengedar Narkoba jangan dibiarkan berkeliaran. Apalagi ada yang bekingi. Setelah ditangkap, jangan dilepas dengan uang jaminan, supaya ada efek jerah bagi mereka,” tegasnya.

Nur Ningsih dan Nury Dormangg lebih keras lagi berkomentar. “Selidiki siapa otak peyebaran Narkoba. Tangkap. Hukum mati saja, biar yang lain jera,” tegas Nur Ningsih.

“Bandar Narkoba dihukum mati saja, Pak,” desak Nury Dormangg.

Nitizen dengan akun Kaharuddin, juga memotivasi pihak kepolisian. “Polres harus tangkap bandar, minimal pengedar. Aneh kalau hanya pemakai yang ditangkap,” tuturnya.

Lain lagi komentar Bagio Suteja. Menurutnya, banyak pengangguran, mahalnya harga apapun dan tak terbeli, membuat para pelaku Narkoba memilih jalan ini.

Nitizen dengan akun Adi Pure-one pun cukup kritis. “Yang harus dilakukan, oknum stop jual kembali Narkoba,” imbuh Adi tanpa mengungkap siapa oknum dimaksud. (tim)