Suasana Seminar Narkoba yang digelar Karang Taruna “La Raji” Desa Diha, Kecamatan Belo, Bima. (ist/lakeynews.com)

 

BIMA, Lakeynews.com – Peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di wilayah Bima dan Dompu kian gawat saja. Pelajar pun semakin tajam dirambah barang terkutuk itu.

Beberapa hari terakhir, kepolisian berhasil mengungkap kasus Narkoba di kalangan pelajar SMP.

Upaya pencegahan, antisipasi dan pemberantasan Narkoba ini, membutuhkan peran serta dan aktif dari semua pihak. Tidak bisa hanya mengandalkan aparat terkait.

Seperti disampaikan Kasat Resnarkoba Polres Bima AKP Wahyudin. Khususnya dalam konteks menanggulangi dan memerangi peredaran Narkoba.

Wahyudin melontarkan ide menarik. Dia “menantang” Badan Permusyawatan Desa (BPD) agar membuat peraturan desa (Perdes).

“Ini sebagai bentuk memerangi peredaran narkotika di tingkat desa. Dan, Perdes tersebut tidak terbentur dengan perundang-undangan yang berlaku (lebih tinggi),” paparnya.

Ide itu dikemukakan Wahyudin ketika menjadi salah seorang pemateri materi dalam Seminar Narkoba dengan tema “Generasi Gemilang tanpa Narkoba.” Wahyudin sendiri, berbicara “Menyelamatkan Generasi dari Narkoba”.

Kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta itu, diadakan Karang Taruna “La Raji” Desa Diha, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima di halaman kantor desa setempat, Kamis (23/1).

Selain Kasat Resnarkoba, juga tampil sebagai pemateri, Kepala BNNK Bima AKBP Hurri Nugroho , SH, MH, dan Kepala Puskesmas Belo dr. Rila Komariah.

Disamping menyarankan BPD membuat Perdes, Wahyudin juga mengajak generasi muda Diha agar sama-sama melawan peredaran penyalahgunaan narkotika dan memberantas Narkoba .

“Peran aktif orang tua untuk mengawasi anak demi pecegahan atau memanimalisir penyalahgunaan narkotika sejak dini, sangat penting,” imbuhnya.

Bukan itu saja. Menjaga diri dan keluarga dengan saling mengingatkan, membangun kehangatan dan cinta kasih yang tulus di dalam keluarga, menurutnya, sebuah keharusan.

Masyarakat diminta agar turut membantu pihak kepolisian. Melaporkan apabila mengetahui, melihat atau mendengarkan informasi tentang adanya penyalahgunaan narkotika di desanya dan wilayah sekitarnya.

Setelah Wahyudin, giliran kepala BNNK Bima yang berbicara tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba. Kemudian, kepala Puskesmas Belo menyampaikan materi Dampak Penyalahgunaan Narkoba. (zar)