
DOMPU, Lakeynews.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum memutuskan nama Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati (Bacabup/Wabup) Dompu yang akan diusung pada Pilkada 2020 ini.
Tim Pemenangan Pemilu dan Pilkada (TPPD) DPD PKS Dompu dalam waktu dekat akan melakukan proses penjaringan bakal calon pemimpin Dana Nggahi Rawi Pahu lima tahun kedepan.
Informasi tersebut disampaikan Anggota Desk Pilkada DPP PKS Wilayah Daerah (Wilda) Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) Ir. H. Hendry Atrimus, MBA, pada Lakeynews.com, Ahad (12/1) malam ini.
“Insya Allah, TPPD PKS Dompu baru akan memulai proses penjaringan bakal calon,” tegas Hendry.
Baca juga: Bang Zul: Jangan karena Uang, Hilang Akal Sehat Memilih Pemimpin
Kapan kepastian dimulainya proses penjaringan bakal calon tersebut, Hendry belum membocorkannya. “Dalam waktu dekat ini,” katanya diplomatis.
Hendry kemudian menjelaskan proses selanjutnya. Proses setelah penjaringan di tingkat kabupaten.
Menurut dia, pada ujungnya nanti, TPPD PKS Dompu akan mengusulkan minimal dua pasangan calon bupati/wakil bupati ke pusat (DPP).
“Usulan ke pusat itu dilakukan melalui wilayah (DPW) untuk ditetapkan sebagai pasangan yang akan diusung PKS Dompu dalam perhelatan Pilkada 2020,” jelas Hendry.
Prioritaskan Kades Sendiri
Diketahui, pada Pilkada kali ini, ada tujuh daerah di NTB yang akan mengambil bagian. PKS optimis menghadapinya. “Kita memprioritaskan kader-kader terbaiknya untuk diusung. Termasuk di Dompu,” tandasnya.
Kembali ke Pilkada Dompu. Menurutnya, PKS memiliki tiga kader potensial siap diusung. Hendry sendiri, Nasrudin (ketua PKS) dan Abdullah Skel (nantan ketua PKS). Ketiganya, sama-sama mantan anggota DPRD Dompu.
“Saya memilih mundur. Saya berikan peluang bagi yang muda-muda dan energik,” kata Hendry sebagaimana dilansir radartambora.com.
Dia membenarkan kabar bahwa salah satu Bacabup, Ir. Muhammad Ruslan (Dae Olan) berpasangan dengan kader PKS Nasrudin. “Tidak ada yang keliru dengan berita tersebut,” tegasnya.
Seseorang punya preferensi terhadap siapa yang akan berencana maju dalam Pilkada Dompu. Tapi, sebagai tim yang diamanahi memroses tahapan-tahapan Pilkada Dompu, Hendry menegaskan, PKS belum memulai secara terbuka.
“Sampai saat ini, proses pendaftaran para bakal calon kandidat pun belum dimulai. Tahapannya masih panjang,” tandasnya.
Dalam menghadapi Pilkada, PKS memiliki tiga jalur penjaringan bakal calon.
Pertama, jalur internal. Pemilu internal PKS. Penjaringan di internal partai ini didukung kader dan struktur.
Kedua, jalur survei. Saat ini survey di Dompu sedang dalam proses.
Dan, ketiga, jalur komunikasi antarelit. Komunikasi dibangun mulai dari daerah, provinsi yang diketuai Gubernur NTB hingga tingkat pusat.
Jika tidak memungkinkan kader sendiri, PKS siap mendukung calon lain yang berpotensi. Meski pada dasarnya, kader sendiri yang diprioritaskan. (zar)
