Para Buruh PT Lancar Sejati saat menyampaikan Aspirasi di hadapan DPRD Dompu. (asm/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Sejumlah masyarakat dan buruh PT Lancar Sejati (LS) mengaku kecewa dengan sikap Bupati Dompu Drs. H. Bamang M. Yasin dan Ketua DPRD Dompu Andi Bachtiar, A.Md.Par. Mereka menilai Bupati dan Ketua DPRD tidak mau memperhatikan para buruh yang selama ini menuntut keadilan dari perusahaan.

“Aspirasi yang disampaikan para buruh selama ini tidak mampu diselesaikan oleh Bupati Dompu dan Ketua DPRD Dompu,” ungkap Koordintor Lapangan (Korlap) Edi Kurniawan, saat memimpin aksi unjukrasa di jalur jalan cabang Kandai Dua Dompu, Selasa (31/12).

Kata Edi, selama ini para buruh menuntut Upah Minimum Kota (UMK) Dompu sebesar Rp 2.016.000, Jaminan Sosial Keternagakerjaan (Jamsostek), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Keternagakerjaan (BPJS), tunjangan hari raya dan cuti.

“Kewajiban perusahaan ini tidak ditunaikan sesuai ketentuan di atur dalam undang-undang keternagakerjaan,” katanya.

Edi menilai, selama kepemimpinan Drs. H. Bambang M. Yasin sebagai Bupati Dompu, minim melakukan pengawasan dan tidak tegas terhadap perusahaan-perusahaan di Kabupaten Dompu dan tidak sama sekali melakukan sosialisasi undang-undang keternagakerjaan. “Kami menduga H. Bambang M.Yasin tidak berani terhadap PT LS Dompu,” jelasnya.

Padahal selama ini lanjut Edi, Dinas Keternagakerjaan (Disnakertrans) Dompu sudah sejak lama mengantongi aspirasi dan tuntutan para buruh. Namun sayangnya, sampai detik ini mereka belum juga bisa merealisasikan keinginan dan harapan para buruh.

“Kami sudah lama menyampaikan tuntutan para buruh yang sudah di PHK oleh PT LS. Tapi belum juga direspon serius oleh para pihak,” terangnya.

Oleh karena itu, melalui momentum ini menyampaikan beberapa tuntutan yakni, meminta kepada Bupati Dompu, DPRD Dompu untuk mendesak PT LS agar segera berikan gaji karyawan selama tiga bulan dan segera mencabut ijin PT LS.

“Kami juga meminta agar memberikan penegasan terhadap perusahaan perusahaan di Dompu agar menegakan UUK terutama kaitan UMK dan jaminan kesehatan serta keselamatan buruh,” pintanya.

Pantuan Lakeynews.com, aksi masyarakat dan para buruh ini mendapat respon serius dari Ketua Komisi I DPRD Dompu Ir. Muttakun dan anggota komisi II DPRD Dompu Yatim yang saat itu langsung turun menemui massa aksi.

Anggota komisi II DPRD Dompu Yatim, dihadapan massa aksi mengatakan, kehadiran pihaknya sebagai bentuk keperdulian untuk membantu memperjuangkan aspirasi para buruh PT LS. “Itulah alasan kenapa kami wakil rakyat hadir disini,” katanya.

Diakui Yatim, selama ini pihaknya sudah terus berupaya untuk memperjuangkan nasib para buruh. Namun semua ini tentu butuh proses dan waktu.

“Kami telah resmi bersurat kepada PT LS. Alhamdulillah, hari ini kuasa hukum PT LS sudah ada di kantor DPRD untuk bertemu dengan kita semua,” jelasnya.

Disela waktu di lokasi yang sama, Ketua Komisi I DPRD Dompu Ir. Muttakun, dihadapan massa aksi juga mengatakan, pihaknya tidak tinggal diam dan terus memperjuangkan aspirasi para buruh.

“Kami ini adalah wakil rakyat, jadi apapun aspirasi yang disampaikan para buruh wajib kami perjuangkan sampai tuntas,” katanya.

Menurutnya, kebijakan PT LS melakukan PHK terhadap sejumlah buruh dengan alasan perusahaan (PT LS) sudah bangkrut, itu sangat tidak masuk akal.

“Kalau ukuran menyatakan perusahaan sudah bangkut, itu harus ada putusan dari pengadilan tata niaga. Jadi kalau tidak itu, wajib dipertanyakan,” jelasnya.

Tidak hanya itu lanjut Muttakun, kalau memang sudah bangkrut lantas kenapa PT LS masih bekerja bahkan memenangkan tender proyek.

“Ini juga yang perlu dipertanyakan oleh kita semua dan kami sepakat dengan apa yang disampaikan para buruh,” terangnya.

Muttakun mengajak semua buruh untuk bersama-sama ke kantor DPRD untuk membahas masalah ini dengan pihak PT LS. “Mari kita semua kesana,” ajaknya.

Masih dalam pantauan Lakeynews.com, aksi unjukrasa masyarakat dan para buruh ini mendapat pengawalan dan penjagaan dari anggota Polsek Woja dan Polres Dompu dipimpin Kapolsek Woja IPDA Abdul Haris.

Tidak hanya itu, terlihat juga di lokasi unit Intel Kodim 1614/Dompu dan Bhabinsa serta Bhabinkamtibmas wilayah setempat. Usai melakukan aksi unjukrasa, masyarakat dan buruh bergerak menuju kantor DPRD Dompu. (asm)