Bupati Dompu Drs. H. Bambang M.Yasin pose bersama unsur Forkopimda, usai Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91, Senin (28/10). (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Bupati Drs. H. Bambang M.Yasin mengklarifikasi sorotan publik atas kepergiannya keluar negeri, Australia, saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun, Senin (28/10).

Sebagaimana dilansir sebelumnya, Bupati beserta sejumlah pejabat Pemkab Dompu ke luar negeri, saat daerah yang dipimpinnya dilanda bencana kebakaran hutan dan lahan. Yakni kebakaran ratusan hektare lahan tebu milik PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) dan kawasan Taman Nasional Rinjani (TNT), beberapa waktu lalu.
Baca juga : http://lakeynews.com/2019/10/23/daerah-dilanda-bencana-bupati-ke-luar-negeri-warganet-pun-nyiyir/

Bupati yang disapa HBY itu mengungkapkan, keberangkatannya ke luar negeri ada kegiatan pemerintah. “Ini pejalanan dinas resmi pemerintah dan anggarannya pun dari pemerintah. Jadi semuanya legal,” tegasnya.

Menurutnya, kepergiannya ke Australia kali ini untuk menindaklanjuti kerja sama yang dilakukan pihaknya sejak tahun 2016 dengan Massey University (Selandia Baru) dan University New Zealand (Australia) di bawah kordinasi Universitas Mataram.

Lebih lanjut dia memaparkan, mengingat rombongan Selandia Baru dan Australia berkali-kali datang dalam jumlah personel yang cukup ke Dompu. “Jadi sangat tidak etis kalau kami diundang berkali-kali tidak datang ke tempat mereka,” jelasnya.

“Jadi kami pergi atas undangan Massey University dan University New Zealand dengan membawa beberapa kepala dinas yang ada,” sambungnya.

Tujuannya mengajak beberapa kepala dinas, supaya mereka bisa belajar dan programnya bisa bersinergi. Semisal, Kadis Peternakan belajar bagaimana berkontribusi terhadap Dinas Perternakan. Terus, Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan lingkungan agar bisa menjalankan urusan pemerintahan dan menyediakan infrastruktur untuk perternakan.

“Pekerjaan pemerintah tidak ada yang berdiri sendiri, pekerjaan kita berintegrasi, bersinergi dengan segala instansi,” jelasnya dalam upacara yang dihadiri pejabat tinggi daerah, anggota legislatif, yudikatif, pelajar, pemuda, mahasiswa dan ratusan ASN ini.

Pada kenyataannya, sejak 2016 program ini sudah ada ratusan orang perternak yang dibina. Namun, kenyataannya mereka kewalahan saat banyaknya pesanan daging untuk memenuhi beberapa restoran di Pulau Lombok.

“Kami berharap para perternak kita memiliki pasar yang spesial, pasar yang khusus, dengan harga yang khusus,” harap HBY. (yat/adv)