Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin sedang mengikuti Workshop Schedule 22Th October 2019, Description: General Overview of Indonesia-UNE International Engagement di Australia. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Saat daerah dilanda bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Bupati Dompu bersama beberapa pejabatnya justru melakukan perjalanan dinas ke luar negeri, Australia.

Informasi yang dihimpun media ini, rombongan tersebut berangkat pada Minggu (20/10) lalu. Keberangkatannya bersamaan dengan peristiwa kebakaran lebih dari 300 hektare (Ha) lahan tebu milik PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS), PT. Usaha Tani Lestari (UTL) dan Kawasan Balai Taman Nasional Tambora (TNT).

Sejumlah pejabat yang masuk dalam rombongan Bupati, terdiri dari Asisten II Setda yang juga Kepala Bappeda dan Litbang, PLT. Asisten III Setda yang juga Kabag Ortal Setda, kepala Disnakeswan, Kadis LH, Kadis PUPR, Kadis Pertambun, Kadis PKAD dan Kasubag TU Pimpinan Setda.

Di Negeri Kanguru (Australia) ini mereka akan melakukan berbagai kegiatan Sabtu (26/10) mendatang.

Hal ini pun ramai diperbincangkan di media sosial (Facebook). Dimulai dari unggahan dan postingan akun Putra Taufan. “Kami ingin tahu apa sih misi dan tujuan kerberangkatan mereka ke sana,” katanya yang mengundang reaksi warganet, terutama pengguna Facebook.

Pria yang saat ini menjabat Ketua Koni Dompu ini juga mempertanyakan apa saja kegiatan, jumlah kontingen dan sumber anggaran yang digunakan. “Ini perjalanan menggunakan biaya pribadi atau biaya negara,” tanyanya.

“Apa tidak bisa kegiatan itu hanya diwakili Bupati dan depala Bapedda saja. Sehingga bisa menghemat keuangan daerah,” sambungnya.

Tidak hanya itu, mantan Ketua KNPI Dompu ini juga mempertanyakan kapasitas kepala OPD yang berangkat dengan Bupati. “Kenapa Ketua DPRD Dompu tidak dikutsertakan, sementara pejabat-pejabat yang tidak relevan dengan kegiatan diajak,” tanyanya lagi.

Parahnya lagi, lanjut Opan, keberangkatan itu tidak mengikutsertakan Kabag Humas Setda. “Padahal Kabag Humas itu corong pemerintah yang bisa selalu menjelaskan kegiatan setiap saat,” terangnya.

Postingan ini disukai ratusan nitizen dengan lebih dari 100 komentar dan beberapa kali dibagikan.

Berikut selengkapnya kutipan status akun FB Putra Taufan :

“Kepada yth Kabag Humas papi iron Papi Love

Sehubungan dengan keberangkatan Bupati Dompu dan beberapa kadis ke Australia, kami ingin melakukan Tabayyun kepada Kabag Humas setda Dompu

#apa misi dan tujuan keberangkatan

#Kegiatan apa saja yg dilakukan di australia

#berapa jumlah kontingen yg berangkat

#menggunakan biaya pribadi atau biaya negara

#Apa tidak bisa kegiatan itu hanya diwakili oleh bupati dan kepala Bapedda saja sehingga bisa menghemat keuangan daerah

#kenapa ketua DPRD Dompu tidak dikutsertakan, sementara pejabat2 yang lain diikutsertakan padahal banyak yang tidak relevan dengan kegiatan (asumsi saya) mohon dibenarkan kalau salah

#kenapa Kabag humas ngga di ajak padahal itu corong pemerintah yang bisa slalu menjelaskan kegiatan setiap saat.

Demikian pak kabag, moga saya dan warga net lainnya mendapatkan informasi yang jelas ttg keberangkatan bupati dan crewnya ke Australia di tengah bencana lingkungan di kabupaten Dompu.”

Kabag Humas: Bupati dan Rombongan Hadiri Undangan

Menaggapi hal itu, Kabag Humas Setda Dompu Muhammad Iksan, S.T, M.M menjelaskan Bupati dan sejumlah pejabat ke Australia untuk memenuhi undangan.

“Bupati diundang untuk hadir di acara Workshop Schedule 22Th October 2019, Description: General Overview of Indonesia-UNE International Engagement By Prof Heiko Daniel. Ini adalah undangan Dirjen Peternakan dan Keswan Kementan RI,” katanya saat dihubungi Lakeynews.com, Selasa malam (22/10).

Kegiatan tersebut, menurutnya, guna memahami lebih jauh bagaimana sapi jenis unggul bisa dikembangkan dengan bobot maksimal yang bisa memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi para peternak.

“Masih minimnya pemahaman warga Dompu dalam mengembangkan sapi jenis unggul, itulah yang mendorong Bupati bersama rombongannya diundang ke sana,” jelasnya.

Secara khusus, lanjutnya, kegiatan tersebut untuk membahas dan studi banding atau meninjau dari dekat bagaimana jenis sapi unggul ini diternakan. “Kedepanya kegiatan ini dapat menjadi solusi bagi pengembangan sapi di Dompu,” bebernya.

Lebih lanjut, dia menjelasakan, selama di sana rombongan Bupati akan melihat secara dekat salah satu jenis sapi berkualitas unggul hasil perkawinan silang (IB).

“Sapi jenis ini, bila dikembangkan tentu akan memberikan nilai tambah yang lebih baik lagi bagi para peternak,” tandasnya. “Kegiatan di sana hanya enam hari,” sambungnya.

Saat disentil anggaran yang digunakan selama perjalanan ke Australia, hingga berita ini diunggah belum juga dijawab Juru Bicara Pemkab Dompu itu.

“Biar lebih jelasnya, nanti setelah beliau-beliau semua kembali di Dompu. Sekalian kita buat coffee morning bersama media untuk menjelaskan semuanya,” ujarnya. (ady)