
DOMPU, Lakeynews.com – Gunung-gunung di Kabupaten Dompu, kini sudah banyak yang botak. Kawasan hutan di sana-sini mengalami kerusakan parah. Bahkan, benar-benar hancur. Pemerintah daerah, baik Pemprov NTB maupun Pemkab Dompu dinilai seolah menutup mata terhadap kondisi yang memilukan itu.
Namun, Pemkab Dompu membantah anggapan menutup mata terhadap kehancuran sejumlah kawasan hutan akibat ulah tangan-tangan tidak bertanggung jawab tersebut.
“Dikatakan menutup mata sih tidak juga. Pemda tetap konsen dengan upaya-upaya penyelamatan hutan kita,” kata Juru Bicara Pemkab Dompu Muhammad Iksan pada Lakeynews.com, Selasa (22/10).
Baca juga : http://lakeynews.com/2019/10/21/hutan-hancur-tak-teratasi-gubernur-diminta-evaluasi-kinerja-kadis-lhk-ntb/
Menurutnya, mengingat kewenangan pengelolaan dan pengawasan hutan sudah menjadi domain pemerintah provinsi (Pemprov), maka, Pemda Dompu hanya terbatas pada sosialisasi dan imbauan-imbauan.
“Pemda mengajak kita semua, seluruh elemen masyarakat Dompu tanpa terkecuali untuk sama-sama menjaga dan merawat lingkungan serta hutan kita,” ujar Iksan.
Imbauan tersebut, lanjut Kabag Humas dan Protokol Setda itu, tidak hanya dilakukan oleh Pemkab, tapi juga diteruskan pada level pemerintah di bawahnya. “Seperti camat, lurah dan kades se-Kabupaten Dompu,” sambungnya.
Iksan kembali menegaskan, koordinasi dan komunikasi tetap dilakukan antara Pemkab Dompu dan Pemprov NTB melalui dinas terkait. “Koordinasi dan komunikasi tetap kita lakukan untuk urusan hutan dan lingkungan tersebut,” paparnya. (zar)
