Kapolres Bima AKBP Bagus S. Wibowo, S.IK perintahkan anggotanya untuk menangkap pelaku pembakaran TNT dan sekitarnya. (ist/lakeynews.com)

Hasil Olah TKP; Api Diduga dari Sisa Pengasapan Pencari Madu

BIMA, Lakeynews.com – Terbakarnya hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tambora (TNT) dan sekitarnya pada Sabtu-Minggu (19-20/10), diduga karena dibakar oknum tidak bertanggung jawab.

Karena itu, Kapolres Bima AKBP Bagus S. Wibowo S.IK memerintahkan anggotanya untuk pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan TNT.

“Pak Kapolres sudah memerintahkan untuk mencari, memburu dan menangkap pelakunya,” kata Kasubbag Humas IPTU Hanafi pada Lakeynews.com, Senin (21/10).

Baca juga : http://lakeynews.com/2019/10/21/polisi-olah-tkp-kebakaran-kawasan-tambora/

Menurutnya, perintah itu keluar setelah didapat laporan tim Unit Tipiter dan Inafis Satreskrim yang telah melakukan olah TKP.

“Hasil olah TKP itu langsung ditindak lanjuti untuk mencari, mengumpulkan alat bukti dan memburu terduga pelaku,” jelasnya.

Adapun hasilnya, diperoleh fakta bahwa kebakaran lahan di kawasan TNT yang terjadi pada Sabtu-Minggu (19-20/10) itu terjadi di titik koordinat S: 08. 7′ 14 E: 118. 3.455’4 di Desa Kawinda To’i, Kecamatan Tambora.

“Jumlah luas lahan yang terbakar untuk wilayah TNT sekitar kurang lebih satu hektare (Ha). Sedangkan di luar kawasan kurang lebih 10 Ha,” ungkap Hanafi.

“Sumber api diduga berasal dari sisa pengasapan masyarakat yang berburu madu hutan, karena di lokasi ditemukan sisa sarang madu yang berserakan di tanah,” sambungnya.

Lebih lanjut dia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Tidak mencari madu dengan menggunakan api.

“Ini untuk mengantisipasi musim kemarau panjang yang mudah menimbulkan kebakaran lahan,” tandasnya. (ady)