
DOMPU, Lakeynews.com – Jamu merek Tawon Liar Produksi PT. Maju Bersama Indonesia ternyata tidak memiliki izin edar. “Sejak tahun 2016 obat ini ditarik izin edarnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, M.Mkes, saat ditemui Lakeynews.com di ruangan kerjannya, baru-baru ini.
Baca juga : http://lakeynews.com/2019/09/23/diduga-konsumsi-tawon-liar-lima-warga-dompu-meregang-nyawa/
Menurutnya, jamu berbentuk kapsul tersebut memiliki khasiat mengatasi asam urat, kolesterol, stamina dan pegal linu. “Obat ini banyak dikonsumsi warga terutama pemuda Dompu. Mereka biasanya mencampur dengan minuman berenergi seperti Extra Joss, Hemaviton, Kuku Bima dan lainnya,” paparnya.
Akibatnya, kata Umi Iris (panggilan akrab Hj. Iris Juita Kastianti) sudah enam orang meninggal dunia dan saat ini ada beberapa orang yang sedang kritis dirawat Puskesman dan RSUD. ”Rata-rata yang menjadi korban itu anak muda dan bahkan ada yang di bawah umur,” jelasnya.
Terkait hal tersebut, pihaknya akan melakukan Sidak ke apotik dan toko-toko obat. Kapan akan melaksanakan Sidak, Umi Iris belum membocorkannya.
“Kalau kami temukan akan menindak tegas penjual obat tersebut. Tidak hanya menarik barangnya, tapi juga penjualnya akan dipidanakan,” tegasnya.
Lebih lanjut dia memaparkan, penjualan obat ini dilakukan secara tersembunyi dan ada yang transparan. “Untuk itu nanti kami akan berkerjasama dengan BPOM, Disperindag, Kepolisian dan Pol PP, untuk mengevaluasi dan monitoring di lapangan,” ujarnya.
“Insyah Allah, dalam waktu dekat kami akan bertindak. Bukan hanya obat-obatan, tapi juga semua makanan akan kami periksa,” tandasnya.
Umi Iris berharap, semua masyarakat dapat perduli. “Meskipun Pemerintah dapat melibatkan berbagai pihak dalam langkah pencegahan ini, namun tanpa bantuan masyarakat semua tidak akan berjalan lancar,” pintanya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak lagi bergantung pada Tawon Liar kapsul, karena efeknya sangat fatal bagi kesehatan. “Obat ini disebut sebagai obat herbal, tapi sebenarnya mengandung zat kimia yang dapat membuat orang mabuk,” pungkasnya. (ady/rom/yat)
