Kalak BPBD Provinsi NTB Ir. H. Mohammad Rum, MT. (ist/lakeynews.com)

MATARAM, Lakeynews.com – Beberapa langkah dan upaya dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca-gempa bumi tektonik 6,4 skala richter (SR), Minggu (29/7/2018) pagi.

Di antara upaya penanganan bencana gempa bumi itu, menurut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB Ir. H. Mohammad Rum, MT, berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara.

“BPBD Provinsi NTB (juga) memback-up berupa peralatan dan kebutuhan logistik yang diperlukan. Pendropingan telah dilakukan setelah kejadian. Ini sebagai upaya antisipasi kejadian seperti ini,” jelas Rum dalam laporan awalnya kepada Gubernur NTB, Minggu (29/7/2018).

(Baca juga: Gempa Bumi Tektonik 6,4 SR Guncang NTB dan Bali )

Selain berkoordinasi dengan BPBD kabupaten, terutama Lombok Timur sebagai daerah yang mengalami dampak paling parah, pihaknya juga memonitor dampak dan langkah penanganan bencana gempa bumi.

Kemudian, mengirim Tim Kaji Cepat untuk memperkuat Posko Penanganan Bencana Gempa Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara dalam upaya proses penanganan korban luka-luka dan meninggal dunia.

“Melakukan assessment dampak kerusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh gempa. Serta, melakukan mobilisasi peralatan dan menyalurkan logistik tehadap wilayah terdampak,” urainya.

( Baca juga: Empat Korban Meninggal, Puluhan Orang Terluka )

Peralatan dan logistik yang telah disalurkan BPBD NTB, sebut Rum, mie instan 275 dus ke 75 wilayah Lombok Timur dan 200 dus ke daerah Bayan, Lombok Utara. Juga, air mineral sebanyak 275 dus.

Apa yang paling dibutuhkan masyarakat di daerah terdampak?

“Kebutuhan masyarakat yang mendesak adalah tenaga medis, tandu dan peralatan kesehatan,” jelas Rum. (tim)