Salah satu rumah yang roboh akibat gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 SR di Pulau Lombok, Minggu (29/7/2018). (ist/lakeynews.com)

MATARAM, Lakeynews.com – Gempabumi tektonik berkekuatan 6,4 skala richter (SR), Minggu (29/7/2018) pagi yang mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Pulau Sumbawa, menelan korban jiwa dan benda. Empat orang meninggal dunia, puluhan orang mengalami luka-luka.
(Baca juga: Gempa Bumi Tektonik 6,4 SR Guncang NTB dan Bali )

Keempat korban meninggal itu, satu orang dari Kabupaten Lombok Utara, Sandi, 20 tahun. “Korban tertimpa tembok rumah di Dusun Treng Ilut, Senaru,” jelas Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Ir. H. Mohammad Rum, MT.

Sedangkan tiga korban meninggal lainnya, lanjutnya, berasal dari Kabupten Lombok Timur. “Papuq Marinah, di desa Sugian, Kecamatan Sambelia, tertimpa reruntuhan. Dua korban lagi di Kecamatan Sembalun, namun belum teridentifikasi,” sambung Rum.

Hasil pendataan sementara, urai Rum, korban luka-luka, 20 orang di Lombok Utara dan 20 orang di Lombok Timur. Dari 20 korban luka di Lombok Utara, 13 orang dirawat di Puskesmas Senaru dan 7 orang di Puskesmas Bayan.

“Dilaporkan, empat orang sudah dirujuk ke rumah sakit,” papar Rum dalam laporan yang disampaikan kepada Gubernur NTB, Minggu pagi ini, tanpa merinci rumah sakit mana dimaksud.

Sementara korban luka dari Lombok Timur, terdata 10 orang luka berat dan 10 orang lainnya luka ringan. “Warga yang mengungsi, dievakuasi, KK (kepala keluarga) belum terdata,” ujarnya.

“Beberapa rumah warga rubuh dan banyak rumah mengalami kerusakan ringan (data menyusul). Kerusakan infrastruktur dan lainnya masih dalam proses pendataan,” sambung Rum.

Lebih jauh Rum mengungkapkan, akses jembatan dari arah Sambelia menuju Desa Beburung, Sembalun, terputus.

Kalau di Kabupten Lombok Barat, katanya, nihil korban jiwa. Hasil pendataan sementara, dua rumah warga roboh di Desa Tongkek dan Desa Guntur Macan. Lainnya, seperti pengungsi, warga yg dievakuasi, KK terdampak belum terdata. “Kerusakan infrastruktur dan lainnya masih dalam proses pendataan,” jelasnya. (tim)