
DOMPU, Lakeynews.com – Salah seorang perawat RSUD Dompu Guntur, Amd. Kep, yang ikut berunjuk rasa di Kantor Pemkab dan DPRD Dompu, Senin (14/5/2018) lalu, mengklarifikasi pernyataan yang dilontarkannya saat demo itu.
“Semua perawat yang bekerja di RSUD Dompu, baik di bagian staf maupun di bagian perawat menerima gaji setiap bulan,” kata Guntur pada Lakeynews.com di Taman Kota Dompu, Selasa (15/5/2018) siang.
Sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, kepada wartawan, Guntur yang sehari-hari bertugas di bagian ICU mengaku sudah delapan tahun mengabdi di RSUD Dompu. Hingga demo yang dimotori Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) Kabupaten Dompu itu berlangsung, dirinya tidak pernah digaji.
(Baca juga; Ratusan Perawat Dompu Tolak Perbudakan, Tuntut Kesejahteraan )
Guntur mengaku keliru dengan mengatakan, tidak pernah digaji selama bekerja di rumah sakit. Yang tidak pernah digaji maksudnya, para perawat yang mengabdi di Puskesmas-puskesmas.
Sedangkan para perawat yang bekerja di RSUD tetap memperoleh jaminan upah. “Upah kami diperoleh dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dikelola rumah sakit,” jelas pria yang juga Sekretaris GNPHI Dompu itu.
Semua pegawai baik perawat maupun staf lain di RSUD, tetap menerima gaji setiap bulan, tergantung masa kerja. Selain gaji pokok Rp. 500 ribu per bulan, hak atau jasa juga diterima melalui banyak dan sedikitnya pasien.
“Selain gaji pokok, kami juga terima pembayaran yang bersumber dari hasil hak atau jasa. Khusus saya, lebih kurang Rp. 3 juta per bulan,” terangnya.
(Baca juga; Direktur RSUD Dompu: Jasa Setiap Perawat Dibayar Sesuai Aturan )
Terkait teman-temannya yang bekerja di beberapa Puskesmas, Guntur menegaskan, nyata semuanya tidak pernah terima gaji. “Adapun yang mereka terima, itu hasil sumbangan dari teman-teman yang PNS atau sumbangan-sumbangan lain,” imbuhnya. (pis)
