Mantan Kepala SMKN 1 Woja, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB Drs. Abdul Jabar. (sarwon/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Mantan Kepala SMKN 1 Woja, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs. Abdul Jabar, akhirnya mengambil sikap nekat dan berani. Dia mengajukan surat permohonan pensiun dini.

Langkah spektakuler yang bisa disebut sebagai tamparan bagi pihak-pihak tertentu itu, ditempuh Jabar setelah merasa diperlakukan secara zalim. Jabar dimutasi sebagai guru ke sekolah yang sama sekali tidak sesuai dengan keahliannya, beberapa waktu lalu. (Baca juga; Mutasi Kasek di NTB; Profesionalisme, Zalim ataukah Politis? )

Surat berperihal Pengajuan Pensiunan Dini itu ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB. Salah satu tembusannya, Gubernur NTB.

Mengapa pria yang akrab disapa Abah Jabar itu mengambil keputusan mundur dari Aparatur Sipil Negara (ASN)? Bukankah masa jabatannya masih lumayan lama?

Dalam surat yang ditandatangani di atas materai 2 x 3000 (6000) itu, Abah Jabar mengungkapkan dua alasan mendasar.

Pertama, tidak mau menipu diri disebabkan di tempat tugas baru tidak ada mata pelajaran yang bisa diajarkan, sesuai dengan kompetensi yang saya miliki berdasarkan kualifikasi ijazah sarjana dan sertifikasi saya.

Kedua, tidak mau menerima penghasilan atas jabatan saya sebagai guru karena tidak bekerja (gaji buta).

“Memang masih lama masa dinas saya. Tapi, nurani saya tidak bisa menerima dizalimi seperti ini. Saya tidak mau dong makan gaji buta. Masa’ saya terima gaji, padahal tidak mengajar,” tegas Jabar pada Lakeynews.com. (won)