Direktur LSM Gerylia, Farid Fadli alias Chapunk di tengah kawasan hutan wilayah Nangatumpu, Kecamatan Manggelewa, Dompu, yang sudah hancur lebur akibat dirambah oknum-oknum tidak bertanggungjawab. (dok.chapunk/lakeynews.com)

Jika tak Mampu Memimpin dan Awasi Perambahan Hutan

DOMPU, Lakeynews.com – Pernyataan pihak Balai Kesatuan Pengelola Hutan (BKPH) Toffo Pajo tentang dugaan adanya oknum-oknum tertentu yang membekingi perambahan hutan di sejumlah wilayah Kabupaten Dompu mendapat reaksi dari salah satu LSM pegiat lingkungan hidup.

Adalah Direktur LSM Gerylia, Farid Fadli. Bujangan yang selama ini dinilai konsen dan konsisten mengadvokasi masalah-masalah lingkungan hidup, terutama terkait kelestarian hutan ini memberikan sorotan kerasnya.

“Lucu ya. Kok (pihak) KPH malah menggiring opini kalau dibalik rusaknya hutan Dompu disinyalir ada bekingan oknum tertentu,” katanya pria yang akrab dipanggil Chapunk itu pada Lakeynews.com, Jumat (27/10/2017).

“Bukannya KPH saat ini tidak lagi dibawa komando Pemda….,” sambung Chapunk dengan nada tanya. (Baca juga: Oknum Tertentu Diduga Bekingi Perambahan Hutan di Dompu)

Menurut dia, pemberlakuan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, otomatis wewenang pengwasan terhadap hutan pun dialihkan ke provinsi. Maka, tidak ada alasan KPH untuk tidak mengawasi hutan di wilayah hukumnya.

“Ini contoh. Di Teka Ndahu, Kecamatan Pajo adalah terdapat kantor Kehutanan di situ. Loh, kok, hutan di dekatnya malah gundul,” tanyanya lagi.

Yang parah lagi dan dipertanyakan Chapunk soal maraknya peredaran kayu jenis senockling yang diduga kuat berasal dari kawasan tersebut. “Apa bunyi mesin pemotong kayu tidak terdengar? Kepulan asap dan penebangan pohon yang berada persis di pinggir jalan apa tidak terlihatkah,” lagi-lagi Chapunk menyindir.

Yang menjadi persoalan dan dinilai miris, menurutnya, tidak tegasnya pihak BKPH dalam melakukan pengawasan. Jika kondisi yang terkesan pembiaran seperti terus berlangsung, Chapunk meminta kepala BKPH meletakkan jabatannya.

“Saya sarankan untuk kepala KPH Toffo Pajo untuk bersikap kesatria. Kalau tidak mampu memimpin dan mengawasi perambahan hutan di Dompu, mending mengundurkan diri saja seperti kepala KPH ARS,” tentang Chapunk. (won)