KTP (identitas) Junaidin, 22 tahun, TKI asal Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, yang telantar dan meninggal di RSUD Nunukan. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Junaidin, 22 tahun, telantar, sakit dan meninggal di RSUD Nunukan, Kalimantan Utara.

Menurut KTP dengan NIK: 5205010107950391 dan berlaku 01-07-2018 yang diterima RSUD, Junaidin lahir di Dompu, 01-07-1995. Alamatnya, RT. 01, Dusun O’o Barat, Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Junaidin belum kawin dan belum/tidak bekerja.

Informasi tersebut diperoleh dari Pekerja Sosial (Peksos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang ditempatkan di Dompu Rio Rangga Pranata, SH. Hal itu diperkuat oleh surat yang dikeluarkan pihak RSUD Nunukan dan ditujukan kepada Kadis Sosial daerah setempat.

“Selain berusaha mencari dan menemukan keluarga (alm) Junaidin, kami juga masih berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial Nunukan,” kata Rio pada Lakeynews.com di Dompu, Senin (4/9/2017).

Surat RSUD Nunukan itu, ditandatangani Kabag Tata Usaha dr. Herlina Barends, P. atas nama Direktur, Nomor: 445/847/RSUD-NNK, tanggal 3 Agustus 2017. Surat dengan perihal Data Pasien Telantar dimaksud ditujukan kepada Kadis Sosial Nunukan.

Dalam surat itu dijelaskan data pasien telantar atas nama Junaidin, 22 tahun. Junaidin masuk rumah sakit, 2 Agustus 2017, dengan Nomor Register A.92.67.04. Almarhum dirawat di Ruang Cempaka dan didiagnosa mengalami Diare Kronik General Weakness, Anemia, Susp.Tb.

Selain menjelaskan Junaidin sebagai pasien telantar, pihak RSUD Nunukan juga memohon kepada Kadis Sosial agar membuatkan Surat Rekomendasi sebagai dasar pengklaiman.

 

Kerja Tanpa Surat Resmi

Hasil koordinasi yang kembalikan dilakukan Rio dengan pihak Dinsos Nunukan melalui Staf Pendamping Orang Telantar, Ana, hari ini, Selasa (5/9/2017), diketahui bahwa almarhum Junaidin merantau ke Malaysia sejak tahun 2015 untuk mencari pekerjaan.

Junaidin mencari dan bekerja di luar negeri itu tanpa surat resmi alias illegal. Selama di sana, dia bekerja di kebun kelapa sawit. Akhir 2016, almarhum terjaring razia besar Kerajaan Malaysia dan dipenjara selama delapan bulan.

Setelah selesai menjalani hukuman, Junaidin dideportasi kembali oleh pemerintah Malaysia ke Indonesia tahun 2017. Belum jelas bulan berapa pendeportasian tersebut. Sampai akhirnya, Junaidin jatuh sakit dan dirawat di RSUD Nunukan mulai 2 Agustus 2017.

Setelah dirawat selama sekian lama, almarhum menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit itu, 16 Agustus 2017 lalu. “Jenazahnya sudah dimakamkan di Nunukan,” kata Ana dikutip Rio. Hanya saja, informasi kematian Junaidin terlambat diketahui pihak Dinsos Nunukan.

Lebih jauh dijelaskan Ana, sebelum meninggal (saat dirawat), almarhum Junaidin mengaku dibesarkan oleh neneknya dan tidak mengetahui siapa dan dimana orangtuanya berada. Hingga berita ini dimuat, belum diketahui pula siapa nama nenek dan keluarga almarhum tersebut. (won)