
CATATAN: Sarwon Al Khan, Dompu
SELEKSI terbuka untuk pengisian 11 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Kabupaten Dompu 2026, tuntas dilaksanakan. Kini, tinggal menanti siapa di antara peserta yang telah masuk tiga besar yang akan dipilih Bupati Dompu Bambang Firdaus, dan kapan mereka akan dilantik?
Panitia Seleksi (Pansel) yang diketuai Pj. Sekda H. Khairul Insyan telah menyerahkan hasilnya kepada Bupati Bambang Firdaus dan mengumumkan ke publik 33 peserta (eselon III) yang masuk tiga besar, belum lama ini.
Bupati Bambang pun sudah mewawancarai langsung ke 33 calon pejabat eselon II tersebut pada Senin (3/8/1016). Saat itu, Bupati mengorek dan menggali lebih dalam tentang berbagai hal kepada mereka.
Sekedar informasi, Pansel telah mengeluarkan Pengumuman Nomor: 32/PANSEL.JPT-DPU/VII/2026 tentang Hasil Akhir Seleksi Terbuka Pengisian JPT Pratama Pemkab Dompu, 30 Juli 2026.
Pengumuman itu dilakukan berdasarkan Berita Acara Pansel Terbuka Pengisian JPT Pratama Nomor: 25/PANSEL.JPT-DPU/VI/2026 tanggal 1 Juni 2026 terkait penetapan tiga besar. Dasar lainnya, Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor: 36551/R-AK.02.03/SD/F/2026 tanggal 17 Juli 2026, perihal Rekomendasi Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Dompu.
33 Calon Pimpinan Tinggi Pratama
Berikut daftar 11 jabatan dan nama 33 pejabat (urutan berdasarkan abjad) yang lolos tiga besar tersebut:
1). Asisten Administrasi Umum (Asisten III); Dr. Mahjulan, drh. Mujahidin, dan Soekarno.
2). Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM); Abdul Suhud, Azuardana, dan Mohammad Fadilah.
3). Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol); Edyson, Zainal Afrodi, dan Zulkarnain.
4). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD); Agus Irawan, Rini Nurdahniah, dan Wah Muhtajun.
5). Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda); dr. Lamela Soraya, Dr. Mahjulan, dan Soekarno.
6). Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP); drh. Mujahidin, Edyson, dan Sukarman.
7). Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM); M. Karwapi, Rahmat Hidayat, dan Wahyono.
8). Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR); David, Suparman, dan Wan Muhtajun.
9). Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim); David, Muhamad Susatio, dan Rahmat Hidayat.
10). Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP); Irfan, Juliadin, dan Moh. Yassir Araffat.
11). Sekretaris DPRD; Anike Kusumawati, Dwi Erza Zily Surya Dharma, dan H. Furkan.

Bola di Tangan Bupati
Tugas Pansel sudah selesai. Saat ini, “bola” sudah di tangan Bupati. Sebagai pengguna, Bupati akan memilih siapa calon “pembantu” yang akan dipromosi, dipercaya dan menjalankan amanah di 11 jabatan eselon dua tersebut.
“Selanjutnya, kewenangan ada di tangan Bupati untuk menentukan. Beliaulah yang berhak memilih siapa-siapa,” kata Ketua Pansel JPT Pratama H. Khairul Insyan pada Lakeynews di Wisma Samada Dompu, beberapa hari lalu.
Disinggung waktu pelaksanaan pelantikan, pria yang akrab disapa Dae Mpera tersebut, belum bisa memastikan. Namun, dia sempat memperkirakan, sebelum 17 Agustus tahun ini.
Menjawab pertanyaan publik, belakangan, Bupati Bambang membocorkan –secara umum– pelantikan dilakukan setelah kegiatan 17 Agustusan.
“Kita akan lantik setelah 17 Agustus. Sekarang kita fokus dulu pada rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan karena masih banyak agenda yang harus dilaksanakan,” ujar Bupati Bambang di Pendopo Bupati Dompu dilansir Suara NTB, Kamis (6/8/2026).
Apakah pelantikan itu hanya untuk 11 pejabat hasil seleksi JPT Pratama? Ataukah ada kemungkinan berbarengan dengan mutasi pejabat eselon II lain, dan pejabat eselon III?
Ketika diajukan pertanyaan itu, Khairul Insyan yang juga Pj. Sekda Dompu mengatakan, ada kemungkinan.
“Iya. Rencananya, sekalian dilakukan mutasi pada jabatan lain, termasuk pada eselon II,” kata salah seorang birokrat senior di lingkup pemerintahan bermoto Nggahi Rawi Pahu ini.
Pelantikan Molor Dua Bulan
Jika pelantikan 11 pejabat hasil seleksi terbuka JPT Pratama “plus” benar-benar dilakukan pasca-17 Agustusan ini, dapat dipastikan, pelaksanaannya molor hingga sekitar dua bulan.
Setelah penyampaian laporan PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian) dan permintaan persetujuan pada BKN (Badan Kepegawaian Negara), pelantikan dijadwalkan minggu kedua Juni 2026.
Tetapi sampai saat sekarang, belum terlaksana. Untuk hal yang satu ini Dae Mpera belum menjawab konfirmasi yang diajukan melalui pesan WhatsApp-nya.
Beberapa pejabat di lingkup Pemkab Dompu menginformasikan, molornya waktu pelantikan dan mutasi pejabat kali ini karena lama menunggu persetujuan BKN. “Proses mendapatkan persetujuan BKN yang lama,” kata mereka.
Memang, catatan Pansel dalam pengumuman pelaksanaan Seleksi Terbuka Pengisian JPT Pratama tercantum pesan antisipatif.
“Jadwal bersifat tentatif, dapat berubah menyesuaikan situasi dan kondisi pada saat pelaksanaan kegiatan,” pesan Pansel dalam pengumuman 30 April lalu.
Bukan untuk Dompu Mundur
Pengamatan Lakeynews, secara umum di atas permukaan, suasananya tampak landai-landai saja. Namun, di sejumlah tempat, ruang, kesempatan, masalah mutasi hangat diperbincangkan.
Pertanyaan-pertanyaan seputar siapa saja yang akan menduduki 11 JPT Pratama itu dan kapan pelantikannya, seolah menjadi menu wajib yang kerap terdengar.
Menyertai pertanyaan tersebut, juga mengemuka harapan besar berbagai elemen masyarakat pada Bupati Bambang dan Wakil Bupati Syirajuddin.
Mereka ingin dan mendorong penentu kebijakan di Kabupaten Dompu ini, menjatuhkan pilihan yang tepat dari peserta seleksi yang lolos tiga besar pada 11 jabatan tersebut.
Dengan mempromosikan orang-orang yang tepat, mumpuni dan berintegritas, menjadi bagian penentu dalam pembangunan Dompu ke depan. Impian Dompu Maju bisa terwujud.
“Ingat! Pilihan pemimpin itu bukan menimbulkan masalah sebaliknya. Misalnya, Dompu Stagnan, apalagi sampai mengakibatkan Dompu mengalami kemunduran,” pesan mereka.
“Tapi, kami yakin. Bupati kita, Pak Bambang, akan menjatuhkan pilihan pada figur yang benar-benar tepat,” sambungnya optimis. (*)
