Pertemuan MUI Kabupaten Dompu bersama Disbudpar dan Panitia Festival Lakey 2025, serta Ormas Islam di Aula Kantor Kemenag Dompu, Selasa (15/7/2025). (ist/lakeynews)

 

Disbudpar-Panitia Festival Lakey Akan Tindak Lanjuti Sesuai Harapan

 

DOMPU – Menajamnya pro-kontra dan polemik terkait Tarian Ou Balumba, salah satu rangkaian Festival Lakey 2025, mengharuskan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Dompu turun tangan.

Menyikapi ketegangan –termasuk di media sosial– dan untuk membahas masalah tersebut, MUI mengundang pihak Pemkab Dompu melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Panitia Pelaksana.

Pertemuan (rapat) yang juga menghadirkan beberapa perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) itu berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Dompu, Selasa (15/7/2025).

Rapat yang digelar sederhana namun membuahkan hasil luar biasa tersebut, dipimpin Ketua MUI Dompu KH. Mokh Nasuhi, dan dihadiri Sekretaris Tirmizi, Wakil Ketua Abubakar, dan Bendahara H. Ismail.

Hadir juga Ketua Komisi Fatwa MUI H. Lalu Syarifuddin bersama anggota, Ustaz H. Zainuddin MY dan Ustaz Abdurrahman Idris, serta Anggota Komisi Kerukunan Umat Beragama Supriyamin, dan Staf Sekretariat M. Hizrin.

Sedangkan dari Dinas Budpar dan Panitia Penyelenggara Festival Lakey diwakili Plt. Kepala Bidang Kebudayaan Dedi Arsyik. Selain itu, hadir Ketua Umum Forum Umat Islam (FUI) Kabupaten Dompu H.M. Amin dan perwakilan Ormas keagamaan lainnya.

Setidaknya lima poin kesimpulan pertemuan tersebut sekaligus mengklirkan dinamika terkait Tarian Ou Balumba. Baik yang dikaitkan dengan keyakinan (agama) dan sempat dinilai sebagai ritual syirik, maupun dari sisi seni, budaya, pariwisata, ekonomi dan kearifan lokal.

Pertama, narasi yang berbau syirik dalam kegiatan tersebut agar dihilangkan.

Kedua, kegiatan kenegaraan/daerah hendaknya melibatkan MUI dalam prosesnya.

Ketiga, menyediakan sarana pendukung kebersihan dan sarana ibadah.

Keempat, menghindari segala hal yang mendatangkan kemudharatan dan menjamin keamanan. Dan,

Kelima, MUI dan semua Ormas Keagamaan mendukung momen kegiatan Festival Lakey manakala tidak menyimpang dari ajaran agama.

Baca juga:

Ditemui wartawan usai rapat, Ketua MUI Kabupaten Dompu, KH. Mokh. Nasuhi mengaku, mendapatkan banyak pencerahan dari FUI, Komisi Fatwa MUI maupun dari Disbudpar Dompu.

“Kami mendukung sepenuhnya pelaksanaan Festival Lakey ini. Ini adalah momen yang luar biasa untuk memajukan pariwisata Dompu,” kata mantan kepala Kantor Kemenag Dompu itu dilansir koranlensapos.com.

Meski demikian, pihaknya memberikan masukan yang konstruktif agar event itu terlaksana lebih baik. Salah satunya, hal-hal yang dinilai mengandung unsur syirik ditiadakan.

Sementara itu, Plt. Kabid Kebudayaan Disbudpar Dedi Arsyik mengatakan, apa yang menjadi kesepakatan dan kesimpulan rapat tersebut akan ditindaklanjuti.

“Semua kesimpulan, sesuai kesepakatan rapat ini akan kami tindak lanjuti dan sampaikan ke pimpinan,” ujarnya, juga usai pertemuan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu Abdul Muis (Pak Daeng). (ist/lakeynews.com)

Pak Daeng: Kita Akan Tindak Lanjuti Sesuai Harapan

Ketika dikonfirmasi masalah ini, Kepala Disbudpar Kabupaten Dompu yang juga Panitia Festival Lakey 2025, Abdul Muis, mengucapkan mengapresiasi dan berterima kasih atas respons dan langkah MUI Dompu tersebut.

“Kami bangga atas respons MUI. Ada cara berpikir yang moderat dengan tidak meninggalkan kaidah-kaidah. Kaidah religius,” ujar Pak Daeng (sapaan Abdul Muis) pada Lakeynews, Rabu (16/7/2025) pagi.

Cara pandang tentang budaya dan pariwisata yang ada hubungannya dengan kebiasaan masyarakat di daerah ini, khususnya masyarakat Hu’u, menurutnya, disikapi dengan cara yang bijaksana.

Pak Daeng menegaskan, budaya-budaya dan ritual-ritual zaman dulu, apalagi bernuansa syirik, tidak mungkin dilaksanakan lagi hari ini.

Yang dilakukan pihaknya dan Pemkab Dompu umumnya saat ini adalah menceritakan kembali budaya-budaya tersebut. Menceritakan dalam bentuk (melalui) teatrikal masalah kebiasaan lama dengan keunikan-keunikan tertentu. Seperti Tarian Kolosal Ou Balumba sebagai rangkaian Festival Lakey, 19 Juli 2025.

“Dengan penceritaan kembali melalui kegiatan teatrikal seperti itu, sehingga menjadi daya tarik wisata sekaligus menambah keanekaragaman kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Dompu,” paparnya.

Spesifik menanggapi poin-poin kesimpulan rapat MUI Dompu, Pak Daeng akan menindaklanjutinya. “Kita akan tindak lanjuti sesuai dengan harapan,” tegasnya. (ayi)