Ketua GEKRAFS NTB Yeyen Seprian Rachmat. (ist/lakeynews.com)

MATARAM – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) siap menyelenggarakan EKRAF NIGHT 2025. Acara tersebut akan digelar di Hotel Lombok Plaza, Mataram pada Senin, 27 Januari 2025 pukul 19.30 Wita.

Kegiatan sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT GEKRAFS yang ke-6 itu mengusung tema “Local is the New Luxury”.

“Tujuan diadakannya acara ini untuk me-launching program-program GEKRAFS NTB 2025, serta memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memajukan ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Barat,” kata Ketua GEKRAFS NTB Yeyen Seprian Rachmat pada Lakeynews.com, Jumat (24/1/2025).

Agenda EKRAFS NIGHT 2025 yang digelar GEKRAFS NTB, Senin (27/1/2025).

Dipilihnya tema “Local is the New Luxury”, lanjut Yeyen, untuk menyoroti pentingnya mengangkat nilai-nilai lokal sebagai aset berharga yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Tema ini merefleksikan semangat untuk menjadikan produk dan karya lokal sebagai simbol kemewahan baru yang diakui secara global,” ungkapnya.

“Acara ini juga merupakan upaya GEKRAFS NTB menyelaraskan program dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, asosiasi, dan seluruh pelaku ekonomi kreatif di NTB,” lanjut Yeyen.

Secara terpisah, Ketua Panitia EKRAFS NIGHT 2025, Onas Saputra menjelaskan, disamping dilakukan peluncuran Program GEKRAFS NTB 2025, pada acara tersebut juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni. Termasuk tarian tradisional, permainan rakyat, dan penampilan musik daerah yang mencerminkan kekayaan budaya NTB.

GEKRAFS sebagai organisasi yang dipelopori oleh Sandiaga Uno, Kawendra Lukistian, Sufmi Dasco Ahmad, dan Dona Abdul Latif, serta banyak lagi lainnya, diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pengembangan ekonomi kreatif di NTB khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

“EKRAFS NIGHT 2025 adalah bentuk upaya dari GEKRAFS NTB untuk memperkenalkan program dan membangkitkan gairah masyarakat dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif, melestarikan dan memberi nilai tambah bagi produk kreatif lokal,” jelas Onas. (ayi)