Pasangan suami-istri yang nyaris tewas terseret banjir (atas), serta sebuah rumah hanyut dan jembatan rusak parah di Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat – Dompu. (kolase/lakeynews.com)

Warga Ngungsi di Sejumlah Tempat, BPBD Bagikan Nasi Bungkus

DOMPU – Alam kembali murka. Dua hari berturut-turut, Kamis-Jumat (19-20/12/2024) banjir mengamuk di Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kondisi terparah terjadi di Kabupaten Dompu.

Akibat banjir, sesuai data sementara yang diperoleh Lakeynews.com hingga pukul 23.30 Wita, di Dompu ribuan kepala keluarga (KK) terdampak, dan warga diungsikan di sejumlah tempat. Selain itu, sepasang suami-istri terseret arus air, dan satu rumah panggung hanyut terseret banjir, juga ada jembatan rusak parah.

Sementara di Kabupaten Bima baru diperoleh data kejadian 19 Desember dengan jumlah warga terdampak puluhan KK. Masih diupayakan data kejadian 20 Desember.

Demikian juga di Kota Bima. Meski terjadi juga peristiwa banjir, belum diperoleh data warga maupun bangunan terdampak banjir.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Dompu H. Tajuddin HIR menjelaskan, banjir (terakhir) yang terjadi sekitar pukul 20.00 Wita menimpa 13 desa dan kelurahan di tiga kecamatan.

“Total warga yang terdampak sebanyak 3.766 KK di Kecamatan Dompu, Woja, dan Pekat,” kata pria yang akrab disapa Aji TJ itu pada media ini, Jumat (20/12/2024) malam.

Tajuddin kemudian merinci wilayah dan jumlah KK terdampak di tiga kecamatan tersebut.

Kecamatan Dompu (enam desa dan kelurahan); Desa Mbawi 202 KK, Desa Dorebara 25 KK, Kelurahan Potu 503 KK, Kelurahan Bada 320 KK, Kelurahan Bali 220 KK, dan Kelurahan Karijawa 250 KK.

Kecamatan Woja (enam desa dan kelurahan); Kelurahan Kandai Dua 525 KK, Desa Wawonduru 647 KK, Desa Baka Jaya 90 KK, Kelurahan Simpasai 524 KK, Kelurahan Monta Baru 275 KK, dan Desa Matua 160 KK.

Kecamatan Pekat: Desa Soritatanga 25 KK terdampak.

Menurut Tajuddin, banjir terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi sekitar pukul 17.30-21.30 Wita. Sehingga air meluap di sejumlah sungai. Antara lain, Sungai Laju, Sungai Silo, Sungai Soa dan Sungai Rababaka.

“Itu telah berdampak langsung pada rumah-rumah warga dan fasilitas umum lainnya. Ketinggian air antara 0,5-2 meter, baik di bantaran Sungai Laju, Sungai Silo, maupun Sungai Rababaka,” urai Tajuddin.

Kalak BPBD Kabupaten Dompu H. Tajuddin HIR. (ist/lakeynews.com)

Kerusakan, Korban Terdampak dan Mengungsi

Tajuddin juga menjelaskan kerusakan, baik milik warga maupun fasilitas umum, serta korban terdampak banjir. Menurutnya, ada dua rumah rusak (tembok jebol) di Lingkungan Mantro, Kelurahan Bada Kecamatan Dompu.

Kemudian satu rumah hanyut dan satu jembatan rusak berat di Dusun Sori Mangge Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat. “Kalau fasilitas umum, ada beberapa Sekolah Dasar dan PAUD yang terendam banjir dan dipenuhi lumpur,” ujarnya.

“Juga, jembatan jalan Lintas Calabai di Dusun Sori Mangge Desa Soritatanga – Pekat, dan Kantor Desa Wawonduru – Woja,” sambungnya tanpa merinci kondisi fasilitas dimaksud.

Dampak banjir yang terjadi di Dusun Sori Mangge sore sekitar pukul 17.30 Wita, selain mengakibatkan satu rumah warga hanyut, juga dua orang yang merupakan pasangan suami istri (Pasutri) terseret banjir.

Pasutri tersebut bernama Lalu Tusniawan (51) dan Hadijah (56), warga Dusun Mekar Sari, Desa Soritatanga. “Alhamdulillah kedua korban berhasil diselamatkan dan telah dibawa ke Puskesmas terdekat,” kata Tajuddin.

Lebih jauh dijelaskan Tajuddin, sambil menunggu banjir surut, sebagian warga terdampak mengungsi ke rumah-rumah tetangga, fasilitas umum seperti masjid, sekolah dan Gedung Serba Guna milik Pemda Kabupaten Dompu.

“Kondisi ini terjadi di Lingkungan Mangge Maci – Kelurahan Simpasai, Kelurahan Kandai Dua, dan Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja,” jelasnya.

 

Upaya Penanganan dan Kebutuhan Dasar Warga Terdampak

Ditanya upaya penanganan yang dilakukan, Tajuddin menjelaskan beberapa langkah yang dilakukan BPBD Kabupaten melalui Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB).

Diantaranya, melakukan assessment lebih detail pascabencana banjir, berkoordinasi dengan TNI, Polri, Camat, Lurah dan Kepala Desa, melakukan evakuasi korban terjebak banjir di Lingkungan Kota Baru dan Lingkungan Mantro Kelurahan Bada, Lingkungan Sigi Kelurahan Karijawa – Kecamatan Dompu, dan Lingkungan Bali Dua Kelurahan Simpasai – Kecamatan Woja.

“Malam ini, kita juga melakukan pendistribusian nasi bungkus di lokasi-lokasi terdampak bencana banjir, menyebarluaskan informasi, melakukan rapat koordinasi lintas OPD terkait langkah dan upaya penanganan banjir (dipimpin Kalak BPBD Dompu),” urainya.

Terkait kebutuhan dasar warga terdampak dan bantuan tanggap darurat, Tajuddin menyebut, nasi bungkus atau makanan siap saji, selimut, dan pembersihan sisa banjir.

“Alhamdulillah banjir sudah surut dan masyarakat secara mandiri mulai melakukan pembersihan sisa banjir,” jelasnya. (won)