Pemerhati Pilkada dan Pemilu yang juga Anggota KPU Dompu Kabupaten Dompu Periode 2014-2019 dan 2019-2024, Agus Setiawan. (ist/lakeynews.com)

DOMPU – Partisipasi masyarakat (Parmas) dalam pemilihan itu sangat penting. Semakin tinggi tingkat Parmasnya, semakin tinggi legitimasi masyarakat atas keterpilihan pemimpin hasil Pilkada.

Parmas pada Pilkada Dompu 2024 ini dapat dikatakan anjlok. Secara kuantitas mengalami degradasi. Sehingga, perlu perlu evaluasi menyeluruh terhadap proses pelaksanaan Pilkada.

Hal tersebut disampaikan Pemerhati Pilkada dan Pemilu yang juga Anggota KPU Dompu Kabupaten Dompu Periode 2014-2019 dan 2019-2024, Agus Setiawan pada Lakeynews.com, Rabu (4/12/2024).

Agus lalu menilik Model D.HASIL-KWK Kabupaten Dompu yang ditetapkan KPU Kabupaten Dompu pada 2 Desember lalu. KPU menetapkan, Paslon Nomor Urut 1, Bambang Firdaus-Syirajuddin (BBF-DJ) memperoleh 86.157 suara; Paslon Nomor Urut 2, H. Kader Jaelani-H. Syahrul Parsan (AKJ-Syah) memperoleh 76.363 suara; dan, Suara Tidak Sah sebanyak 1.972 suara.

“Sehingga, total jumlah Parmas pada Pilkada Dompu 2024 sebanyak 164.492 pemilih dari jumlah DPT 190.546 pemilih. Atau, setara dengan 86,33 persen,” sebut Agus.

Diakuinya, capaian ini tidaklah buruk jika dibanding kabupaten/kota lain di NTB. Bahkan sudah melampaui target nasional yang dicanangkan KPU RI sebesar 85 persen.

“Secara umum, Pilkada Dompu telah sukses. Patut kita sematkan selamat pada semua pihak, khususnya pada kawan-kawan penyelenggara Pilkada,” tutur Agus.

Namun demikian, lanjutnya, jika dibandingkan dengan Pilkada sebelumnya, maka Parmas pada Pilkada kali ini dapat dikatakan anjlok. Bahkan, secara kuantitas mengalami degradasi.

Pilkada Dompu 2020, sebut Agus, tingkat Parmas mencapai 93,53 persen dan berhasil memecahkan rekor lima besar nasional.

Banyak faktor yang memengaruhi tingkat Parmas dalam pemilihan. Diantaranya, sosialisasi yang efektif, kualitas data pemilih, waktu pemungutan dan penghitungan suara, dan banyak hal lainnya.

“Karena itu, perlu evaluasi menyeluruh dalam proses pelaksanaan Pilkada. Harapan kita, Pilkada mendatang jauh lebih baik tingkat Parmasnya, dan demokrasi Bumi Nggahi Rawi Pahu lebih berkualitas,” saran Agus. (ayi)