Tiga Bacabup Dompu untuk Pilkada 2024; H. Kader Jaelani, Bambang Firdaus, dan Ridwan Syah. (kolase/lakeynews)

Jelang Pilkada Dompu 2024, Demokrat Posisi Kunci

DOMPU – Pertarungan head to head (kepala ke kepala) diprediksi akan terjadi pada Pilkada Dompu 2024. Bakal Calon Bupati (Bacabup) incumbent H. “Aby” Kader Jaelani (AKJ, belum menentukan calon wakil) kemungkinan hanya akan melawan penantangnya Bambang Firdaus yang digadang-gadang berpasangan dengan Syirajuddin (BBF-DJ).

Itu akan terjadi jika pada akhirnya Bacabup Ridwan Syah yang disebut-sebut berpasangan dengan H. Dion Syarifuddin (Ridho), tidak mampu memenuhi syarat dukungan. Yakni 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari suara sah hasil Pemilu, sesuai ketentuan Undang-undang Pilkada.

Pengamatan Lakeynews, dinamika politik menjelang Pilkada Dompu makin menarik. Taktik, strategi dan ayunan langkah para politisi papan atas di daerah ini kerap tak terduga.

Seperti gerakan spektakuler H. Kader Jaelani, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Dompu yang saat ini menjabat Bupati berpasangan dengan H. Syahrul Parsan sebagai Wakil Bupati.

Setelah Partai NasDem, PKB, dan PKS memberikan rekomendasi dukungan, tiba-tiba tadi malam (Rabu, 3/7/2024) AKJ menerima rekomendasi serupa dari PBB.

Dengan demikian, hingga Kamis (4/7/2024) ini, suami Hj. Lili Suryani ini diyakini akan mengantongi dukungan 14 kursi DPRD Dompu. Jumlah tersebut melampaui jauh di atas yang disyaratkan ketentuan.

Pemerhati Sosial, Politik dan Pemerintahan Suherman Ahmad melontarkan analisanya. Jika mengacu pada regulasi (UU Pilkada), dan apabila pencalonan Bupati/Wabup Dompu menggunakan kursi DPRD, idealnya maksimal lima pasangan calon (Paslon).

“Jika (dibagi) secara merata, maka setiap Paslon didukung oleh parpol atau gabungan parpol yang memiliki enam kursi di DPRD,” jelasnya pada Lakeynews, siang tadi.

Pemerhati Sosial, Politik dan Pemerintahan Suherman Ahmad. (ist/lakeynews)

Karena Partai Nasdem meraih tujuh kursi atau di atas syarat minimal pencalonan pada Pemilu 2024, Herman (sapaan akrabnya) mengatakan, tidak mungkin ada lima Paslon. Sehingga kemungkinannya, ada empat Paslon.

Tetapi dari aspek proporsionalitas pembagian atau sebaran kursi Parpol koalisi, peluang terwujud empat Paslon tipis. “Sehingga saya memprediksi akan diikuti oleh tiga Paslon. Yakni petahana AKJ, BBF-DJ, dan Ridho,” paparnya.

Prediksi tersebut disampaikan secara ideal, berdasarkan pembacaan dinamika politik, dan informasi yang berkembang akhir-akhir ini.

Dan, yang lebih menghentakkan, prediksi potensi terjadi head to head. Itu apabila NasDem dan Gerindra berkoalisi dengan lebih dari dua parpol.

Menurut informasi dan beberapa referensi, AKJ sudah didukung (miliki rekomendasi dukungan) dari empat Parpol. Masing-masing NasDem, PKB, PKS dan PBB, dengan total 14 kursi. “Sudah memenuhi (bahkan melebihi) persyaratan pencalonan,” tandasnya.

Demikian juga dengan bakal pasangan calon (Bapaslon) BBF-DJ. Mereka mengantongi rekomendasi dukungan dari tiga parpol. Yakni Gerindra, PPP dan Hanura, dengan total sembilan kursi.

Sementara Bapaslon Ridho, informasinya sudah mendapat rekomendasi dukungan dari Golkar dan PAN, dengan total empat kursi. Namun jumlah itu belum memenuhi syarat pencalonan.

Sisanya, ada satu parpol yang sampai saat ini belum diketahui dan belum jelas ke mana arah dukungannya akan berlabuh. Partai itu adalah Demokrat, dengan tiga kursi.

Jika Demokrat memberikan dukungan kepada AKJ atau Bapaslon BBF-DJ, peluang besar terjadi head to head antara AKJ dengan BBF-DJ. Paslon Ridho bisa jadi tidak masuk gelanggang.

Namun semua itu, lanjut Herman, masih berdinamika. Belum bisa diklaim final sebelum pendaftaran dan diverivikasi oleh KPU, sekitar Agustus mendatang.

Semua itu, katanya, masih serba mungkin terjadi. Yang pasti, pencalonan Pilkada Dompu 2024 tidak lebih dari tiga pasangan calon dan tidak mungkin ada paslon yang melawan kotak kosong.

“Saya pribadi tidak menginginkan hanya dua Paslon, atau head to head. Pertaruhan sosialnya berat, akan terjadi pembelahan sosial yang luar biasa,” katanya mengingatkan. (ayi)