Sekretaris DP3A Kabupaten Dompu Rudi Purtomo memberikan wejangan pada pembukaan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan PATBM DRPPA di Kantor DP3A, Rabu (3/7/2024). (ist/lakeynews)

DOMPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu menggelar Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

Kegiatan DP3A melalui Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak itu, dilaksanakan di Kantor DP3A, Rabu (3/7/2024). Panitia menghadirkan dua narasumber, Fasilitator Kabupaten Perlindungan Anak Muhammad Zailany dan Najwa Naeli.

Dihubungi Lakeynews, Kepala DP3A Kabupaten Dompu Abdul Syahid menjelaskan, perlidungan anak adalah tanggung jawab bersama negara, masyarakat, orang tua dan anak itu sendiri.

Menurutnya, PATBM merupakan bentuk peran masyarakat dalam perlindungan anak. PATBM adalah sebuah gerakan kelompok warga/masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

Kepala DP3A Kabupaten Dompu Abdul Syahid. (ist/lakeynews)

Dengan begitu, lanjutnya, terbangun jejaring kerja dengan berbagai lembaga pelayanan yang berkualitas dan mudah dijangkau untuk mengatasi korban maupun pelaku, serta menangani anak dalam risiko.

“Pengembangan PATBM di Kabupaten Dompu telah menyasar 43 desa,” kata Syahid yang dihubungi melalui telepon genggamnya.

Disamping itu, Pemkab Dompu telah menetapkan 14 Desa Ramah Perempuan dan Perlindungan Anak. Saat ini fokus pada peningkatakan kapasitas kelembagaan PATBM.

“Tujuannya, meningkatnya pemahaman kelembagaan PATBM dalam mencegah kekerasan dan terhadap anak,” tegas pra yang akrab disapa Dae Seho itu.

Sementara itu, Sekretaris DP3A Kabupaten Dompu Rudi Purtomo pada pembukaan sosialisasi tersebut, menguraikan hal-hal yang melatarbelakangi kegiatan.

Menurutnya, sejauh ini banyak kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan. Ini menunjukkan, bahwa keluarga, lingkungan sekitar, sekolah dan masyarakat, belum mampu memberikan perlindungan yang memadai pada anak.

“Situasi yang tidak memadai ini, perlu mendapatkan respons,” tegas Mas Poer, panggilan akrab Rudi Purtomo.

Terkait hal tersebut, Pemkab Dompu melalui DP3A telah mengembangkan kelembagaan PATBM. “PATBM ini harus terus diperkuat kapasitasnya, sehingga upaya perlindungan dan pemenuhan hak bagi anak maksimal,” imbuhnya.

Sebagaimana diinformasikan di atas, dalam kegiatan sosialisasi ini, panitia menghadirkan dua narasumber, Fasilitator Kabupaten Perlindungan Anak Muhammad Zailany dan Najwa Naeli.

Zailany berbicara tentang Kelembagaan PATBM sebagai wadah partisipasi masyarakat terhadap perlindungan anak. Antara lain, tujuan pekan tugas PATBM, prinsip pelaksanaan PATBM, dan struktur kelembgaan PATBM.

Sedangkan Najwa menyampaikan materi tentang Dukungan Psikologi Awal (DPA), membekali peserta dengan Psychological First Aid dengan cara mendengar, melihat dan menyambung.

Pada sesi umpan balik, beberapa peseta angkat bicara. Salah seorang di antaranya, Kades Wawonduru. “Ini merupakan ilmu baru bagi kami. Kami akan mengaplikasikannya di lapangan. Terima kasih DP3A,” ucapnya.

Sementara itu, Fatimah, salah seorang Kader Posyandu, menyampaikan peranan perempuan dalam keluarga. “Perempuan sebagai ibu, istri dalam pembinaan dan membentuk karakter anak, merupakan bagian dari peranan PATBM,” ujarnya.

Beberapa peserta lain berharap, kegiatan tersebut dapat berkelanjutan di semua desa dan kelurahan se-Kabupaten Dompu. (tim)