Tulang belulang yang ditemukan saat proses penggalian sediment pond di kawasan Nanga Doro, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, beberapa waktu lalu. (ist/lakeynews)

DOMPU – PT. Sumbawa Timur Mining (STM) mengambil langkah menghentikan pengerjaan penggalian sediment pond (kolam pengendap) di kawasan Nanga Doro, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Menyusul penemuan tulang belulang saat proses pengerjaan pekerjaan tersebut, beberapa waktu lalu.

“Itu sejalan dengan prosedur kerja. Selain menghentikan pengerjaan pekerjaan tersebut, juga dipasang pita barikade,” kata Cindy Elza, Prinsipal Communications PT. STM Vale pada Lakeynews, Minggu (23/6/2024) dini hari.

Berdasarkan literatur yang dihimpun media ini, sediment pond (kolam pengendap) adalah tempat untuk menangkap runoff dan menahan air ketika tanah dan kotoran lain dalam air mengendap menjadi sedimen.

Diketahui, penemuan tulang belulang tersebut heboh dan viral setelah beberapa videonya beredar di media sosial Facebook sejak Kamis (13/6/2024).

Tulang belulang (yang diduga) manusia dalam kondisi tidak utuh yang ditemukan itu, mulai dari tengkorak, rahang dan tulang bagian tubuh lainnya.

Cindy Elza, Prinsipal Communications PT. STM Vale. (dok/lakeynews)

Menurut Cindy, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, lahan tersebut dulunya merupakan kebun jagung dan tidak memiliki tanda-tanda adanya makam.

Meski demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan perangkat Desa Hu’u. Hasil musyawarah, tulang belulang tersebut untuk sementara waktu telah dibungkus menggunakan kain kafan, dikebumikan kembali di lokasi tersebut, dan dilakukan doa bersama.

“Itu berdasarkan hasil musyawarah dan mempertimbangkan penghormatan kepada kemanusiaan dan sekaligus memberikan kesempatan penelitian lebih lanjut oleh Tim Arkeolog,” jelas Cindy.

Penelitian lebih lanjut oleh Tim Arkeolog, urainya, perlu dilakukan untuk mengantisipasi indikasi nilai sejarah atas temuan tersebut. “Pengelolaan selanjutnya atas temuan ini menunggu hasil penelitian dari Tim Arkeolog,” paparnya.

“Mohon agar masyarakat dapat mendukung proses penelitian ini,” pinta Cindy menambahkan.

Dengan klarifikasi dan penjelasan ini, Cindy berharap, kedepan informasi terkait penemuan tulang belulang ini tidak lagi simpang siur dan membias di tengah masyarakat. (tim)