Kapolsek Hu’u IPDA Sumaharto bersama sejumlah anggota polisi lainnya ketika menggalang massa yang memblokir jalan di Desa Daha dan Hu’u, Selasa (2/4/2024) malam. (ist/lakeynews)

DOMPU – Terduga pelaku pembacokan warga Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu saat pemblokiran jalan di Desa Daha pada Selasa (2/4/2024) malam lalu, diserahkan pihak keluarga ke pihak kepolisian.

Sementara pelaku yang memanah korban M. Irfan (18), warga Fo’o Mpongi Desa Daha, belum diketahui. Polisi belum mendapat petunjuk sama sekali tentang terduga pelakunya.

Terduga pelaku pembacokan berinisial FDP (18), warga Desa Daha (bukan FEG (16) seperti diberitakan sebelumnya, red). Sedangkan korbannya, M. Taher alias Pang (19), warga Dusun Sigi Desa Hu’u.

Terduga pelaku pembacokan diserahkan oleh pihak keluarga yang diwakili pamannya, Safrudin kepada pihak Kapolsek Hu’u IPDA Sumaharto, di Mapolsek setempat, Kamis (4/4/2024) malam.

“Kami terima terduga pelaku yang diserahkan oleh pamannya tadi malam sekitar pukul 21.45 Wita,” kata Kapolres Dompu melalui Kapolsek Sumaharto pada Lakeynews, Jumat (5/4/2024) pagi.

Untuk mengetahui bagaimana peristiwa pembacokan dan pemanahan itu terjadi, baca berita sebelumnya:

Pihak keluarga bersedia menyerahkan terduga pelaku kepada pihak kepolisian, setelah sebelumnya Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Polsek Hu’u dan Bhabinkamtibmas Desa Daha melakukan penggalangan, saat aksi pemblokiran jalan, Selasa malam lalu.

Saat itu, Harto (sapaan IPDA Sumaharto) mengimbau dan memberikan pemahaman kepada Kades Daha, tokoh masyarakat dan pihak keluarga korban. Sehingga disepakati, pihak keluarga terduga pelaku siap menyerahkan FDP ke Polsek Hu’u. Sehingga Kamis malam kemarin terduga pelaku diserahkan.

“Terduga pelaku sudah kita amankan di Mapolsek Hu’u. Selanjutnya akan dilakukan upaya hukum atas (dugaan) perbuatan tindak pidana penganiayaan,” papar Harto.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, lanjut Harto, FDP sedang diperiksa oleh penyidik Reskrim Polsek Hu’u .

Di luar proses hukum, Polsek Hu’u terus melakukan penggalangan, baik dengan Pemerintah Desa Daha dan Desa Hu’u, para tokoh, dan pihak keluarga. “Kita juga melakukan deteksi dini demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif,” jelas Harto.

Disinggung pelaku pemanahan terhadap korban M. Irfan, warga Desa Daha yang memicu pemblokiran jalan di Desa Daha dan pembacokan terhadap korban M. Taher, Harto mengatakan, belum terdeteksi.

“Sampai dengan saat ini belum ada petunjuk sama sekali (tentang siapa yang diduga sebagai pelakunya),” ungkap Harto. (tim)