
DOMPU – Sebagian besar orang yang mendengar kabar meninggalnya IPTU Arif Syarifuddin, Kapolsek Kota Dompu, rata-rata kaget.
Sebelumnya tidak terdengar almarhum sakit, atau menderita sakit apa-apa. Tiba-tiba saja Minggu (25/2/2024) pagi tadi beredar informasi sudah meninggal dunia. Baik melalui media sosial maupun dari mulut ke mulut.
Lalu apa penyebab meninggal mendadaknya almarhum IPTU Arif Syarifuddin?
Kuat dugaan karena serangan jantung. “Kemungkinan besar serangan jantung (heart attack) atau henti jantung (cardiac arrest),” kata Humas RSUD Dompu Muhammad Iradat pada LakeyNews, Minggu siang ini.

Menurut Iradat, almarhum sampai di IG RSUD Dompu sekitar pukul 06.30 Wita. “Saat itu, kondisi pasien (almarhum) dalam keadaan henti nafas dan henti jantung, dan pupil sudah midriasis total,” ungkap pria yang lebih dikenal dengan panggilan Dae Redo ini.
Perawat dan dokter, lanjutnya, sempat melakukan pertolongan dengan RJP (Resutasi Jantung Paru) dan pemberian oksigen (bagging) selama lima siklus.
Selain itu, diberikan obat pacu jantung (epinefrin) dua ampul. “Tetapi jantung dan pernafasan pasien tidak kembali,” tegas Iradat.
Karena itu, dokter meminta dilakukan EKG (elektrokardiografi) untuk melihat, memantau dan mengetahui adanya aktivitas listrik jantung. “Hasilnya flat. Atau, tidak ada aktifitas listrik jantung,” jelas Iradat.
Tak lama kemudian, pasien dinyatakan meninggal oleh dokter dan di-KIE-kan kepada keluarganya.
Dijelaskan Iradat, KIE merupakan singkatan dari Komunikasi Informasi dan Edukasi.
KIE adalah proses penjelasan detail terkait hasil pemeriksaan dan tindakan sesuai kaidah kedokteran dan SOP (standar operasional prosedur) terhadap gejala, penyebab dan kesimpulan diagnosis.
“Sekitar pukul 07.30 almarhum keluar dan meninggalkan RSUD Dompu. Dibawa kembali ke rumah duka menggunakan mobil ambulan rumah sakit,” tutur Iradat. (tim)

One thought on “Ini Penyebab Meninggal Mendadaknya Kapolsek Kota Dompu”