
DOMPU – Akun Facebook “Irfan Gani” diduga menebar teror dan ancaman panah yang meresahkan masyarakat Dompu dan Bima, Selasa (5/12/23).
Menyikapi hal itu, Polres Dompu sudah menindaklanjutinya. Hingga malam ini, kepolisian sedang mendalami pemilik akun tersebut.
“Sedang kita dalami, karena itu merupakan teror kepada masyarakat,” kata Kapolres Dompu melalui Kasi Humas IPTU Zuharis pada Lakeynews, Selasa malam ini.
Informasi yang beredar bahwa terduga pelakunya sudah ditangkap. Benarkah?
“Info dari Kasat Reskrim, belum. Soalnya, akun (Irfan Gani) yang dipakai itu bodong (palsu),” jawab Zuharis.
Zuharis mengimbau dan mengharapkan agar masyarakat tetap waspada dan tetap bantu kepolisian.
“Tolong bantu pihak kepolisian untuk segera mengungkap pemilik akun (Irfan Gani) tersebut,” pintanya.
Sejumlah status akun FB Irfan Gani yang berisi ancaman memanah sembarangan warga Dompu-Bima, tanpa memandang laki-laki atau perempuan, beredar luas. Tiap statusnya dibagikan dari puluhan hingga ratusan kali.
Bukan itu saja, hasil tangkap layar (screenshot) dari sejumlah status beredar dan dibagikan secara berantai di grup-grup WhatsApp. Salah satunya di WAG Lakeynews.
Beragam komentar dan harapan mengemuka dari sejumlah anggota grup. Umumnya diarahkan kepada para pihak terkait, terutama kepolisian.
“Untuk amannya dan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak terkait harus segera ambil tindakan,” desak Dr Muhdar, salah seorang anggota grup (guru dan dosen).
“Mau terjadi atau tidak terjadi, aparat harus segera mengambil sikap,” sergah Dedi Arsyik, mantan Lurah Kandai Satu Dompu delapan tahun.
Ustaz Muslamin, mengatakan, “Benar sekali, yang punya akun FB harus diamankan dulu biar warga nggak resah.”
“Kepolisian harus segera mengamankan Dompu. Oknum itu meresakan masyarakat,” kata Ardiansyah dari Kempo.
Yudha Palikarawe melihat pada sisi lain. “Aparat kepolisian segera memeriksa rumah-rumah yang di mcurigai ada panahnya,” desaknya.
Sementara itu, aktivitas jual beli pedagang kaki lima di beberapa titik yang biasanya ramai, malam ini sepi.
Pantauan media ini, antara lain, di pinggir jalan depan PLN/Gedung Samakai Dompu, pinggir jalan/trotoar depan Kantor Bupati, dan beberapa lokasi lainnya.
Selain di wilayah atau kompleks pertokoan, yang masih lumayan ramai adalah di pinggir jalan Soekarno-Hatta. Sekitar arena Car Free Day.
“Salah satu efek tidak nyaman dan tidak aman adalah melumpuhkan ekonomi kerakyatan,” kata Andi Hermawan, pemuda yang juga pegiat UMKM. (tim)
