Peta peringatan dini kekeringan meteorologis Nusa Tenggara Barat. (Sumber: BMKG)

Peringatan Dini BMKG, Warga Diimbau Perhatikan dan Waspadai Hal-hal Ini

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan peringatan dini terkait kekeringan meteorologis.

Sebagaimana disampaikan Angga Permana dan Cakra Mahasurya Atmojo Pamungkas dari BMKG Stasiun Klimatologi NTB, beberapa wilayah di provinsi ini yang merupakan wilayah peringatan dini perlu menjadi perhatian. Di antaranya, 27 kecamatan berada di Level AWAS, 15 kecamatan Level SIAGA, dan 18 kecamatan Level WASPADA.

Berikut selengkapnya wilayah-wilayah perlu menjadi perhatian tersebut;

27 Kecamatan Level AWAS

Kabupaten Dompu: Kecamatan Manggalewa.

Kabupaten Bima: Kecamata Belo, Donggo, Lambitu, Palibelo, Soromandi, danWawo.

Kota Bima: Kecamatan Asakota, dan Raba.

Kabupaten Lombok Barat:  Kecamatan Sekotong.

Kabupaten Lombok Timur:  Kecamatan Jerowaru, Labuhan Haji, Pringgabaya, Sakra Barat, Sambelia, Sembalun, dan Suela.

Kabupaten Lombok Utara: Kecamatan Bayan, dan Gangga.

Kabupaten Sumbawa: Kecamatan Lape, Moyo Utara, Moyohilir, Moyohulu, Plampang, Sumbawa, dan Unter Iwes.

Kabupaten Sumbawa Barat: Kecamatan Poto Tano.

15 Kecamatan Level SIAGA

Kabupaten Dompu: Kecamatan Dompu, Hu’u, Kempo, dan Pajo.

Kabupaten Bima: Kecamatan Lambu, Langgudu, Monta, Parado, Sanggar, dan Sape.

Kabupaten Lombok Timur: Kecamatan Aikmel, dan Keruak.

Sumbawa: Kecamatan Empang, Labangka, dan Rhee.

18 Kecamatan Level WASPADA

Kabupaten Dompu: Kecamatan Kilo, Pekat, dan Woja.

Kabupaten Bima: Kecamatan Bolo, Madapangga, Tambora, dan Woha.

Kota Bima: Kecamatan Rasanae Timur.

Kabupaten Lombok Tengah: Kecamatan Praya Timur, dan Pujut.

Kabupaten Lombok Timur: Kecamatan Sikur, Sukamulia, dan Wanasaba.

Kabupaten Sumbawa: Kecamatan Alas, Alas Barat, Buer, Labuhan Badas, dan Utan.

Curah Hujan pada Dasarian I Oktober 2023

Sebelumnya, dijelaskan kondisi terkini iklim NTB. Curah hujan di NTB pada dasarian I Oktober 2023, secara umum dalam kategori Rendah (0-20 mm/das). Sifat hujan pada dasarian I Oktober ini, seluruhnya pada kategori Bawah Normal (BN).

Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) Provinsi NTB, secara umum bervariasi dari ‘Pendek’ (6-10 hari) hingga berada pada kategori ‘Ekstrem Panjang’ (>60 hari). “HTH terpanjang tercatat di pos hujan Asakota Kolo, Kota Bima selama 164 hari tanpa hujan,” jelasnya.

Peluang Curah Hujan Dasarian II Oktober 2023

Pada dasarian II Oktober 2023 (11-20 Oktober 2023), diprakirakan peluang terjadinya hujan sangat rendah.

Diperkirakan, curah hujan dengan intensitas >20 mm/dasarian memiliki probabilitas kejadian <10 persen yang merata di seluruh wilayah NTB. Kecuali di sebagian wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat memiliki probabilitas 10-20 persen.

Imbauan; Perhatikan dan Waspadai

Pada periode puncak musim kemarau tahun ini, masyarakat NTB diimbau agar menggunakan air secara bijak, efektif dan efisien.

Masyarakat juga perlu mewaspadai akan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan, serta kekeringan yang umumnya terjadi pada periode puncak musim kemarau.

“Masyarakat dapat memanfaatkan penampungan air seperti embung, waduk, atau penampungan air hujan lainnya guna mengantisipasi kekurangan air, khususnya di wilayah-wilayah yang sering terjadi kekeringan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk mengantisipasi dampak bencana maupun kerugian dalam perencanaan kegiatan ke depan, masyarakat diimbau agar tetap memperhatikan informasi BMKG dan tetap selalu menjaga kesehatan. (tim)