
DOMPU – Kapolres Dompu melalui Kasat Reskrim AKP Adhar mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak resah, menyusul beredarnya berbagai isu terkait ancaman keamanan dan ketertiban daerah di media sosial belakangan ini.
“Apa (isu) yang beredar dan berkembang di Medsos, jangan langsung dipercaya. Kita cek dulu kebenarannya,” imbuh Adhar pada Lakeynews, Minggu (30/7/23) malam.
Menurutnya, bukan tidak mungkin ada oknum-oknum yang berusaha memperkeruh suasana. “Siapa tahu ada orang tertentu yang memancing-mancing situasi dan lainnya,” tegasnya.
“Siapa sih yang tidak bisa ketik-ketik seperti itu. Cuma kita harus cek dulu kebenarannya. Benar ada atau tidak,” sambungnya.
Diketahui, beberapa waktu terakhir beredar secara berantai di grup-grup WhatsApp potongan tangkap layar (screenshot) status beberapa akun FB.
Secara umum, status-status dalam unggahan akun tersebut menginformasikan kejadian dan mengimbau masyarakat agar hati-hati saat melintas di jalan raya. Terutama pada malam hari.
Beberapa netizen mengaku hampir terkena tebasan senjata tajam jenis Samurai. Para pelaku yang bergentayangan mengenakan sarung nggoni (Dompu-Bima: tembe nggoli) dan penutup wajah.
Mereka bergerombol menggunakan beberapa kendaraan roda dua, termasuk jenis sepeda motor scoopy.
Ada juga yang mengaku nyaris menjadi korban perampasan. Netizen itu mengatakan, dua oknum pemuda hendak merampas laptopnya.
Berikut potongan beberapa unggahan netizen yang beredar secara berantai di WAG:



Adhar mengaku, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan terkait kejadian sebagaimana diunggah para netizen melalui akun-akun Facebooknya.
“Kalaupun ada, kenapa tidak dilaporkan resmi ke kantor (polisi). (Sekali lagi) kita harus cek dulu kebenaran informasi ini,” tutur Adhar.
Karena itu, Adhar mengimbau masyarakat (netizen), kalau benar ada kejadian agar melapor ke kantor polisi terdekat. “Jangan lapor ke Facebook,” tegasnya.
Adhar menyayangkan kecenderungan masyarakat yang sedikit-sedikit lapor ke Facebook. Padahal, jika benar ada peristiwa, ada kantor polisi tempat untuk melaporkannya.
“Ada Polsek-polsek atau langsung ke Polres. Sehingga, begitu ada laporan yang masuk, kita langsung cek. Kita juga patroli di jam-jam seperti yang disampaikan itu,” ujar Adhar.
Diketahui, belakangan ini akun FB mengunggah status dinilai cukup meresahkan warga di Kabupaten Dompu. (tim)
