
Optimalkan Tanaman, Suburkan Tanah, Kurangi Pupuk Kimia, Limbah Bernilai Produktif
–
DOMPU – Mahasiswa KKN Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) 2023 Universitas Mataram (Unram) di Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, beberapa waktu lalu melakukan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Pestisida Nabati.
Tak lama kemudian, bersama kelompok tani dan penyuluh pertanian, mereka melanjutkan program kerjanya dengan mengaplikasikan hasil fermentasi Pupuk Organik Cair dan Pestisida Nabati tersebut di lahan pertanian.
Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Pestisida Nabati dilaksanakan di Aula Camat Woja, Kamis (6/7/23) 2023. Lebih kurang 25 perwakilan masyarakat, kepala lingkungan, dan kelompok tani dihadirkan dan dilibatkan sebagai peserta.
Menurut beberapa mahasiswa KKN PMD di Kelurahan Monta Baru, sosialisasi dan pelatihan tersebut untuk mendorong para petani agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk dan pestisida nabati untuk pertanian.
Selain itu, untuk meminimalisir ketergantungan mereka pada penggunaan pupuk dan pestisida kimia.
Saat itu, mahasiswa KKN PMD Unram menghadirkan pembicara Laelly Isnayani, A.Md, PPL Kelurahan Monta Baru.

Laelly menguraikan bagaimana manfaat penggunaan pupuk organik cair dan pestisida nabati, alat dan bahan, serta proses pembuatannya.
Pupuk organik cair, kata Laelly, dibuat menggunakan kotoran kambing sebagai bahan baku utama. Alasannya, kotoran kambing melimpah di Kelurahan Monta Baru.
“Bahan tambahan yang digunakan adalah EM4 sebagai penumbuh mikroorganisme, dan gula merah,” jelasnya.
Sedangkan bahan baku yang digunakan untuk pembuatan Pestisida Nabati, sebut Laelly, daun sirsak, bawang putih dan lidah buaya. “Pestisida nabati ini digunakan untuk mengendalikan hama wereng, thrips, dan belalang,” tegasnya.
Bukan itu saja, sambung Laelly, Pupuk Organik Cair dapat dijadikan alternatif dalam mengoptimalkan pertumbuhan serta menyuburkan kondisi tanah. Disamping dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dan dapat mengelola limbah menjadi sesuatu yang bernilai produktif.

Pengaplikasian Hasil Produk Mahasiswa KKN
Melanjutkan program kerja, Mahasiswa KKN PMB Unram bersama kelompok tani dan penyuluh pertanian melakukan pengaplikasikan hasil fermentasi Pupuk Organik Cair dan Pestisida Nabati di lahan pertanian
Kegiatan sebagai bagian dari upaya mendukung suksesnya Program JARAPASAKA Pemkab Dompu tersebut dilakukan di Desa Matua, 20 Juli 2023.
JARAPASAKA (Jagung, Porang, Padu, Sapi, dan Ikan) merupakan program unggulan Pemerintahan Bupati H. Kader Jaelani dan Wakil Bupati H. Syahrul Parsan (AKJ-Syah).
Mahasiswa KKN bekerja sama dengan BPP dan kelompok tani melakukan uji coba atau pengimplementasi pupuk organik cair langsung di lahan pertanian salah satu warga di Desa Matua.
Mengapa di Desa Matua, bukankah sebaiknya dilakukan di Kelurahan Minta Baru?
Kegiatan pengaplikasian pindah ke desa tetangga, Matua karena terkendala dengan musim. Pada musim tanam ketiga, di Pemerintahan Kelurahan Monta Baru memiliki program positif tersendiri.
”Kita telah sepakati, bahwa pada musim tanam ketiga, semua lahan pertanian di Kelurahan Monta Baru diwajibkan untuk menanam palawija untuk memutus siklus hama tanaman,” kata Lurah Monta Baru Irmansyah.

Meski pengaplikasian dialihkan ke Desa Matua, kegiatan tersebut berjalan lancar. Para petani menunjukkan antusiasme yang begitu tinggi.
Kegiatan pengaplikasian Pupuk Organik Cair sekaligus uji coba Pestisida Nabati produk mahasiswa KKN itu. Selain untuk mengurangi penggunaan zat kimia di lahan pertanian warga Monta Baru, juga untuk mengendalikan hama yang seringkali menyerang tanaman padi petani.
Pestisida Nabati yang dikembangkan mahasiswa KKN itu, mudah dan bermanfaat. Disamping bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan sangat mudah didapatkan, Pestisida Nabati ini juga dapat mengurangi biaya produksi yang dikeluarkan oleh para petani.
“Pestisida Nabati (Pesnab) cukup gunakan 50 lembar daun sirsak, 20 siung bawang putih, dan 20 gram lidah buaya yang ditumbuk halus. Kemudian direndam ke dalam 20 liter air selama 1-2 hari,” kata Ayu Fitriani, salah seorang mahasiswi KKN PMB Unram di Monta Baru pada Lakeynews. (tim)
