
JAKARTA – Tempat tinggal yang berjauhan, jarang bertemu, sehingga keluarga dekatpun tidak saling kenal satu sama lain.
Karena itulah, Ikatan Keluarga Wawo – Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (IKW Jabodetabek) mempertemukan anggotanya melalui acara yang dibingkai dengan Halal Bihalal, Pagelaran Seni Bima dan HUT ke 54 IKW Jabodetabek.
Kegiatan yang dihadiri lebih kurang 600 warga Wawo yang tersebar di wilayah Jabodetabek itu berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta Timur pada Minggu, 4 Juni lalu.
Di antara mereka, selain para pengurus IKW juga para sesepuh perwakilan dari warga Pesa, Maria, Ntori, Kambilo dan Tarlawi. Tampak hadir juga Bacaleg DPR RI Firdaus Oi Wobo, dan Bakal Calon DPD RI Dapil NTB Hj. Nur Haidah.
Ketua IKW Jabodetabek Abdul Latif Kasyim mengucapkan terima kasih kepada panitia, para sesepuh dan segenap anggota IKW.
“Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Saya berharap IKW kedepan makin besar, kompak dan solid,” ujar Latif dalam sambutannya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Halal Bihalal, Pagelaran Seni Bima dan HUT ke 54 IKW Jabodetabek Rudi Al’ Aidin menjelaskan, Halal Bihalal ini merupakan menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan saling mengenal satu sama lain.
“Terkait silsilah keluarga, mungkin generasi muda kita sekarang menjadi hal yang begitu asing. Anak-anak kita mungkin tidak tahu satu sama lain,” ujarnya.
Rudi sendiri merupakan putra sulung pasangan Ramli Usman (alm) asal Desa Pesa, Kecamatan Wawo dan Siti Raodah asal Desa Sambori, Kecamatan Lambitu (pemekaran Wawo). Saat ini berkarier di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
“Barang kali generasi kita, tidak tahu manakah yang merupakan generasi pertama dalam keluarganya, mana yang bisa dipanggil paman, tante, uwa dan sebagainya,” sambung Rudi.

Pemupukan nilai-nilai persaudaraan, menurutnya, harus menjadi fokus lacara halal bi halal ini. Kekeluargaan yang telah berkembang haru terus dipererat kembali.
“Ini harus, karena waktu dan jarak mengikis rasa persaudaraan kita. Halal Bihalal adalah upaya untuk menjalin silaturahmi,” paparnya.
Menariknya pertemuan tersebut diisi dengan beberapa pagelaran Seni dan Budaya. Antara lain, Silu yang didatangkan dari Bima, Mpa’a Manca, Tari (Haju Jati, Wura Bongi Monca dan Lopi Penge).
Juga ditampilkan Kasidah Rebana dari lima wilayah asal anggota IKW. (ayi)

Acara Hut 54 IKW sukses karena perangkatnya yg luar biasa dan tanpa pamrih, semoga membekas pada seluruh anggota IKW untuk tahun berikutnya, aamiin yra