Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu H. Rifaid. (ist/lakeynews.com)

SIS Gugat Cerai Suaminya, Dinas Dikpora Lanjutkan BAP ke Bupati, BKD PSDM Sedang Proses

DINAS Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu melakukan pembinaan terhadap dua oknum guru di Kabupaten Dompu, KA (pria) dan SIS (wanita) yang diduga menjalin hubungan asmara terlarang.

Pada sisi lain, Dinas Dikpora juga telah melanjutkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap SIS dan Imran alias Boim ke Bupati untuk mendapatkan izin cerai.

Informasi tersebut disampaikan Kadis Dikpora H. Rifaid menjawab beberapa pertanyaan Lakeynews.com, Selasa (30/5/23) sore, terkait masalah hubungan SIS dan KA maupun prahara rumah tangga SIS dan Boim.

Baca berita sebelumnya:

Riraid menjelaskan, bawah SIS memang sudah lama mengajukan gugatan cerai kepada suaminya. Tetapi suaminya keras tidak mau bercerai.

“Sehingga, kita memberikan pembinaan dan bimbingan supaya perceraian itu tidak dilanjutkan,” jelas pria yang akrab disapa Aji Fa’i tersebut.

Ternyata, kata Rifaid, SIS tetap ngotot untuk cerai dari suaminya. Akhirnya beberapa hari sebelum foto SIS dan KA beredar dan viral, Dinas Dikpora sudah melanjutkan BAP ke Bupati untuk mendapatkan izin cerai.

“Cuman sampai hari ini masih diproses di BKD PSDM (Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Kabupaten Dompu,” jelasnya.

Informasi yang diterima pihaknya, hari ini SIS dan Boim dipanggil oleh BKD PSDM. “Kemungkinan untuk menindaklanjuti surat permohonan izin cerai yang kita ajukan ke Bupati melalui BKD PSDM,” papar Rifaid.

Kepala BKD PSDM Kabupaten Dompu Arif Munandar. (ist/lakeynews.com)

Sementara terkait penanganan masalah yang cukup menyita perhatian publik Dompu beberapa hari terakhir, Rifaid juga mengaku, telah dan tetap melakukan pembinaan.

Dalam upaya pembinaan dan pengembangan guru, untuk sementara, SIS yang semula mengajar di SDN 2 Dompu dan KA di SDN 1 Dompu, dinotatugaskan untuk mengajar di sekolah lain.

Karena keduanya masuk kategori guru berprestasi, maka mereka ditugaskan di sekolah lain yang nota bene mutunya di bawah mutu SDN 1 dan SDN 2 Dompu.

SIS dinotatugaskan untuk mengajar di salah satu SDN di Kecamatan Hu’u (ujung selatan Dompu). Sedangkan KA dinotatugaskan mengajar di salah satu SDN di Kecamatan Pekat (ujung barat Dompu).

Bukan tanpa alasan penempatan mereka itu di dua kecamatan terluar di Kabupaten Dompu tersebut. Keduanya diharapkan bisa mengimbaskan pengetahuan dan keterampilan sebagai guru penggerak dan pengajar praktek PGP di sekolah baru tersebut.

“Sehingga kedepan kita harapkan ada peningkatan mutu belajar yang signifikan di sekolah-sekolah tempat mereka ngajar saat ini (sesuai nota tugas terbaru),”

Dihubungi terpisah, Kepala BKD PSDM Kabupaten Dompu Arif Munandar menjelaskan secara singkat, terkait kasus ini sudah dalam penanganan dinas teknis. Dalam hal ini Dinas Dikpora.

“Tim etik sudah melakukan rapat awal, menindaklanjuti berita yang berkembang ini. Intinya sedang berproses,” tegas Arif pada media ini melalui pesan WhatsApp-nya, Selasa sore. (tim/bersambung)