Kasat Reskrim Polres Dompu AKP Adhar. (dok/lakeynews.com)

BEBERAPA hari lalu, persisnya Senin (8/5/23), seorang perempuan dari Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) inisial NK (37) bersama seorang lagi wanita M (48) asal Bandar Lampung, menerobos masuk Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat.

Aksi nekat itu mereka lakukan karena ingin mengadu dan meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo atas persoalan hukum (kasus berbeda) yang mereka hadapi.

NK tersangkut dugaan penggelapan laptop, sedangkan M terkait dugaan penggelapan premi asuransi.

Informasi yang diendus Lakeynews.com, khsusus NK dijemput Tim Polres Dompu yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Adhar di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (11/3/23) pagi.

Belum diperoleh informasi konkret terkait penjemputan NK tersebut. Namun, Kasat Reskrim Adhar membenarkannya.

Bahkan, saat dikonfirmasi pada Rabu pagi menjelang siang, Adhar mengabarkan pihaknya bersama NK sudah berada di Bandara (Jakarta) menuju Lombok (selanjutnya ke Dompu).

Dan, ketika menjawab media ini pada Kamis (11/3/23) siang ini, Adhar mengatakan NK sudah sampai di Dompu.

“NK sudah sampai di Dompu tadi pagi jam 5 pagi,” kata Adhar.

Ditanya terkait proses selanjutnya, Pama Polri dengan tiga klik kuning itu mengatakan, akan memproses sesuai aturan yang berlaku. “Kami proses sesuai prosedur,” katanya singkat.

Sempat Diamankan

Sebagaimana diketahui dan ramai diberitakan media massa, NK dan M nekat menerobos masuk Istana Negara untuk mengadu dan meminta bantuan langsung Presiden atas masalah yang mereka hadapi.

Namun, akibat aksi nekatnya tersebut, NK dan M diamankan polisi. Dari hasil pemeriksaan kepolisian, N berstatus sebagai tersangka atas kasus penggelapan, sementara M juga terjerat kasus penggelapan premi asuransi.

Kedua wanita tersebut kemudian dibawa ke Polsek Metro Gambir, Jakarta Pusat.

“Satu dari Lampung berinisial M (Lampung) dan satu lagi dari NTB (Dompu) berinisial N. Setelah kami amankan ke Posko di Monas, kami interogasi, ini berbeda permasalahannya,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin. (tim)