
Dikirimi Roti Segar oleh “Jeneli” Kempo
–
PANTAI Wadu Naru Desa Soro Barat, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, tetap ramai dikunjungi, terutama pada hari-hari libur. Tidaklah keliru jika kedepan pantai itu menjadi salah satu alternatif destinasi wisata daerah ini.
Sayangnya, kesadaran hidup bersih sebagian pengunjung pantai masih rendah. Berikutnya, pemerintah juga diharapkan mulai memberikan perhatian serius pada tempat wisata tersebut.

Keluarga Besar DPD Media Independen Online (MIO) Indonesia Kabupaten Dompu, melakukan pembersihan Pantai Wadu Naru, Minggu (30/4).
Gotong royong tersebut satu paket dengan agenda rekreasi yang mengikutsertakan keluarga (istri dan anak). Dirangkaikan dengan rapat terbatas, membahas sejumlah.
“Kegiatan bersih-bersih pantai ini, salah satu kegiatan kami rencanakan. Selain rencana penghijauan dan beberapa kegiatan lain,” kata Ketua DPD MIO Indonesia Kabupaten Dompu, Sarwon Al Khan, di sela-sela kegiatan.
Pada siang bolong itu, anggota MIO Indonesia – Dompu menyusuri pantai. Mereka memungut, mengangkat dan mengumpulkan, lalu membakar berbagai jenis sampah yang umumnya dibuang sembarangan oleh pengunjung.
Ada sampah plastik, gelas dan botol air mineral, botol dan gelas beberapa jenis minuman ringan, kaleng minuman, kayu, karung bekas dan lainnya yang berserakan di sepanjang pantai.

Kesadaran Hidup Bersih Sebagian Pengunjung Masih Rendah
Sarwon menilai, kesadaran akan pola hidup bersih sebagian pengunjung tempat wisata tersebut masih sangat rendah. Sampah-sampah bawaan yang dihasilkan dari bekas makanan maupun minuman dibuang begitu saja.
“Padahal, jika mereka sadar tentang kebersihan, khususnya tempat wisata ini maka para pengunjung bisa langsung mengumpulkan dan membakar sendiri sampah-sampah yang mereka hasilkan. Sehingga, pantai bersih,” tegas pria yang akrab disapa Om Won ini.
Sarwon mengajak masyarakat Dompu untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, utamanya tempat-tempat wisata yang ada di Bumi Nggahi Rawi Pahu.

“Menjaga kelestarian lingkungan di Pantai Wadu Naru, kuncinya kepekaan, kepedulian dan kesadaran kita pengunjung,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, anggota MIO Indonesia – Dompu, sempat berbincang-bincang dengan sejumlah pengunjung dan mengingatkan akan masalah sampah dan kebersihan.
“Yang kami lakukan ini, mungkin belum seberapa. Namun, kami berharap kedepan bisa menjadi pemantik warga dalam membiasakan diri hidup bersih,” papar Sarwon.

Yang tidak kalah pentingnya, Sarwon meminta kepada pemerintah agar menyiapkan beberapa unit tempat sampah di lokasi tersebut.
“Bisa jadi, pengunjung membuang begitu saja sampah-sampah karena tidak ada tempat sampahnya. Mudah-mudahan warga makin sadar setelah ada tempat sampah,” harapnya.
Sebelum melakukan pembersihan pantai lebih dari satu jam, ketua dan anggota MIO Indonesia – Dompu melakukan rapat dan mendiskusikan beberapa isu. Termasuk di antaranya, bagaimana MIO mengawal secara kritis pelaksanaan roda pemerintah dan pembangunan di Kabupaten Dompu, serta NTB umumnya.
Kemudian, santap siang bersama dengan lauk ikan laut bakar. Kunjungan rekreasi, refreshing dan bersih-bersih pantai, diakhiri dengan foto bersama di pinggir pantai.

Budi Rahman: Terima Kasih atas Dedikasi Rekan-rekan Media
Disadari, bahwa kegiatan tersebut minim koordinasi dengan pemerintah setempat. Baik Pemerintah Kecamatan Kempo maupun Pemerintah Desa Soro Barat.
Perwakilan MIO Indonesia – Dompu hanya menyampaikan permakluman mendadak melalui pesan WhatsApp kepada Camat Kempo Budi Rahman.
Kalau ada koordinasi lebih awal, Budi beserta aparatur kecamatan dan desa setempat berhasrat juga untuk ambil bagian dalam aksi bersih-bersih itu. Sekalian menjalin silaturahmi dengan keluarga besar MIO Indonesia – Dompu.

“Coba ada koordinasi sebelumnya, insya Allah kita akan kerja bersama-sama dengan kami di kantor Camat dan Pemdes Soro Barat. Tapi, mudah-mudahan akan ada episode berikutnya,” ujar Budi seraya berharap.
Kendati demikian, Budi tetap berkeinginan bergabung di Pantai Wadu Naru tersebut. Namun, karena saat itu bertepatan dengan adanya hajatan di tetangga yang tidak memungkinkan ditinggalkan, Budi memohon maaf tidak dapat membersamai.
Sebagai bentuk dukungan dan apresiasinya, “Jeneli” (Camat) Kempo mengirim utusan untuk mengantarkan makanan ringan berupa roti-roti segar. Dan, menjadi “suplemen” tenaga bagi peserta gotong royong di pantai.
“Terima kasih yang tak terhingga dari kami atas dedikasi rekan-rekan media buat Pantai Soro Barat. Sekali lagi terima kasih,” ucap Budi melalui pesan singkatnya. (ayi)
