BIMA – Warga Dusun Duhani’u, Desa Mpili, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, H. Israil Ego (65), meregang nyawa setelah dipatok ular berbisa saat memanen jagung.

Korban dipatok ular pada Selasa (11/4) sekira pukul 09.30 Wita. Waktu baru, almarhum baru lebih kurang dua jam memetik jagung yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.
Menurut salah seorang putranya, Akmal, ayahnya tidak melihat ada ular sebesar ibu jari kaki. Ular tersebut tidak sengaja diinjak.
“Saat itu juga ular mematok kaki kirinya dua kali,” kata Akmal di rumah duka pada Lakeynews.com, Rabu (12/4) malam ini, mengutip penuturan almarhum tak lama setelah dipatok ular.
Begitu mengetahui kejadian itu, pihak keluarga langsung melarikannya ke Puskesmas Donggo. Setelah mendapat pertolongan medis, Selasa sore korban pulang ke rumahnya.
Namun, tengah malam rasa sakitnya kambuh. Bahkan seolah tak tertahankan.
Saat itu pula, keluarga kembali melarikannya ke Puskesmas Donggo. Mengingat kondisi yang makin parah, sekira pukul 02.00 dini hari, pihak Puskesmas merujuk ke RSUD Bima.
Keluarga dan pihak rumah sakit (tim medis) sudah berusaha memberikan pertolongan. Namun, Yang Maha Kuasa berkehendak lain. Rabu (12/4) sekira pukul 10.50 Wita, H Israil menghembuskan napas terakhirnya.
Jenazah almarhum dimakamkan di Pemakaman Keluarga Dusun Duhani’u, Desa Mpili, Rabu petang. Beberapa menit sebelum berbuka puasa, prosesi pemakaman berakhir.
Camat Donggo Ardavis, Kades Mpili Sahrir H. Nurdin, serta ratusan orang lainnya tampak menghadiri pemakaman tersebut.

Bahkan, Rabu malam ini, Kades Sahrir beserta puluhan warga lainnya terlihat hadir di rumah duka. Mereka hadir untuk sekadar menghibur keluarga yang sedang berduka.
Atas nama pribadi dan Pemdes Mpili, Sahrir turut berdukacita atas wafatnya H. Israil karena dipatok ular.
Sahrir sempat ikut mendampingi dan mengurus korban sejak di Puskesmas, RSUD, hingga jenazah dibawa ke rumah duka.
–
Beberapa waktu lalu, warga Dusun Duhani’u lainnya, Ahamid Idi (60), juga dipatok ular berbisa saat memetik jagung di ladangnya.
Untungnya, nasib Ahamid tidak separah korban H. Israil. Nyawanya tertolong setelah beberapa hari dirawat dan mendapat pertolongan medis di RSUD Bima. (tim)
