
MATARAM, Lakeynews.com – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Kamis (30/6) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Provinsi Nusa Tenggara Bara (NTB). Salah satu kegiatannya, berkunjung ke Kelompok Tani Ternak (KTT) Reyan Baru, Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.
Kunjungan Wapres yang didampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc untuk memastikan bahwa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak terkendali. Terutama menjelang Hari Raya Idul Adha 2022 yang jatuh pada 10 Juli ini.
KTT Reyan Baru dinilai berhasil menghadapi kondisi sulit, wabah penyakit yang menjangkiti ternak sapi.
“Pemerintah prihatin dan membuat kebijakan vaksinasi pada hewan ternak sapi,” ujar Kyai Ma’ruf.
Langkah pemerintah melakukan vaksinasi di beberapa daerah untuk mencegah penularan pada sapi sehat, terutama menjelang Hari Raya Qurban. Yakni saat kebutuhan umat Muslim akan daging sapi meningkat.
Wapres mengimbau para petugas agar terus mengawasi dan memastikan hewan qurban bebas PMK. “Distribusi ternak sapi ke luar daerah juga harus mengikuti ketentuan Kementerian Pertanian,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Ketua KTT Reyan Baru, Sudirman menjelaskan, kelompoknya tergabung 107 peternak dengan 327 ekor sapi. Saat PMK melanda dimulai sebulan lalu, enam ekor sapi terpapar. PMK kemudian bertambah 170 ekor sebelum semua sapi di kandang terjangkit dengan gejala kuku terlepas dan mulut rusak.
“Alhamdulillah penanganan oleh dinas terkait di Lombok Barat cepat memulihkan kondisi sapi-sapi ini,” jelasnya.
Terkait kunjungan Wapres, dia meminta pagar atau tembok pembatas kandang yang bersebelahan dengan jalan umum. Tujuannya, agar anak-anak sapi tak lagi ditabrak kendaraan yang melintas di sana.
Selain itu, Sudirman meminta bantuan tiga ekor sapi untuk qurban, sekaligus sebagai selamatan ternak sapi yang bebas PMK.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan, angka kasus penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pulau Lombok, per 28 Juni 2022 tercatat 50.184 ekor (terserang PMK). Kasus tersebut tersebar di semua kabupaten/kota di Pulau Lombok.
“Saat ini sudah tersedia 5.000 vaksin dan baru dipakai 1.900 vaksin yang diberikan pada ternak sapi yang sehat,” jelas Aulia.
Pelaksanaan vaksinasi, lanjutnya, akan bekerja sama dengan posko-posko tanggap darurat di daerah. Diprioritaskan pada hewan sehat dan berisiko tinggi tertular di sumber pembibitan ternak, peternakan sapi perah milik rakyat dan koperasi susu, serta peternakan sapi potong. (tim)
