
DOMPU, Lakeynews.com – Ketika cinta dan asmara sudah bicara, seseorang kadang menjadi “buta” dan dunia menjadi gelap. Persoalannyapun kesumat dan berbuntut.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Selasa (17/5) sore. AR (L/20), warga Dusun Nangamiro, Desa Nangamiro (Pekat Dompu), mengamuk. Dia tiba-tiba menyerang kakak-beradik; Gunawan, (L/21) dan Sahrul Riski (L/17), asal Sila, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.
Akibat penyerangan dan penganiayaan tersebut, salah seorang korban, Sahrul mengalami luka-luka yang cukup serius. Kunci sepeda motor tertancap di kepala bagian kanan atas.
Belum diketahui persis penyebab pelaku menyerang kedua korban. Namun, informasi di lapangan menyebutkan, kejadian itu diduga bermotif persoalan asmara. Pelaku AR tidak rela mantan pacarnya dipacari korban Gunawan.
Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat melalui Kapolsek Pekat IPTU Moh. Sofyan Hidayat membenarkan kejadian tersebut.
“Pelaku diduga menganiaya korban karena motif asmara. Dia dendam. Pelaku tidak terima mantan pacarnya dipacari oleh korban (Gunawan),” kata Sofyan pada Lakeynews.com, Rabu (18/5).

Saat itu, menurut Sofyan, sekira pukul 15.40 Wita, korban Gunawan sedang menurunkan barang (kanvas) di sebuah kios/toko sekitar perempatan Pasar Senen, Desa Kadindi Barat, Pekat.
Tiba-tiba didatangi AR bersama teman-temannya, langsung menyerang dan memukul korban. Melihat kejadian tersebut, adik korban Sahrul hendak membantu kakaknya. Namun diserang juga oleh pelaku, bahkan pelaku menusuknya dengan kunci sepeda motor.
“Kepala korban Sahrul bagian kanan atas tepat tertancap kunci sepeda motor, hingga tidak bisa dicabut,” urai Sofyan.
Atas kejadian tersebut, kedua korban melaporkan ke Polsek Pekat. Kapolsek Sofyan kemudian memerintahkan piket dan Tim Opsnal untuk memburu terduga pelaku. Baik di rumah orang tuanya hingga ke keluarganya di Desa Kananga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.
“Sebelumnya kami telah berkoordinasi dengan Polsek Tambora. Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait keberadaan pelaku,” papar Sofyan.
Kapolsek Sofyan meminta kerja sama dan bantuan keluarga pelaku agar menyerahkan pelaku secara baik-baik untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pada sisi lain, korban Sahrul diarahkan oleh anggota Polsek Pekat ke Puskesmas Calabai. Namun kondisi korban tidak bisa ditangani oleh Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Dompu.
“Hasil komunikasi terakhir dengan pihak keluarga, bahwa korban Sahrul tidak bisa ditangani RSUD Dompu. Sehingga, pada Selasa malam juga langsung dirujuk ke RSU Provinsi NTB,” ungkap Kapolsek yang akrab disapa Phian itu. (tim)
