Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu melakukan terobosan sebagai upaya pengamanan produksi tanaman dari serangan organisme pengganggu tanaman.

Terobosan dimaksud, sebagaimana diutarakan Kepala Distanbun Muhammad Syahroni, MM, Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT).

“Gerdal OPT ini adalah bagian dari upaya Distanbun sebagai OPD teknis untuk melakukan pengamanan produksi. Jadi, lebih pada pengamana produksi,” kata pria yang akrab disapa Dae Roni itu pada Lakeynews.com, Jumat (29/4) malam ini.

Sehubungan dengan hal itu, di beberapa wilayah kecamatan, secara spontan dilakukan Gerdal OPT. “Ini bagian dari cara mengantisipasi berkembangnya serangan OPT yang muncul pada beberapa lokasi,” jelasnya.

Dalam minggu ini, lanjutnya, pada beberapa lokasi dilakukan Gerdal OPT. Seperti Gerdal OPT Ulat Grayak pada tanaman Jagung di Poktan Timbul Sari Desa Lanci Jaya, Kecamatan Manggelewa dan Poktan Mada Rutu Desa Bara, Kecamatan Woja.

Selain itu, Gerdal OPT Ulat Grayak di Poktan Sera Ala Desa Malaju, Kecamatan Kilo pada komoditi Bawang Merah dan Gerdal OPT Tungro di Poktan Doro Sawete, Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu pada komoditi Padi.

Lebih jauh diakui Dae Roni, pada beberapa kesempatan kerap menyampaikan kepada petugas lapangan, baik PPL maupun OPT agar benar-benar hadir di tengah lapangan. Hadir untuk menemui langsung para petani atau Poktan.

“Petugas lapangan seyogyanya hadir untuk merespon setiap ada keluhan atau persoalan masyarakat petani, termasuk ketika ada gangguan hama penyakit,” imbuhnya. (tim)