
DOMPU, Lakeynews.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu Maman, SKM, M.M.Kes, mengungkapkan, hingga Kamis (28/4) ini, dalam penanganan Covid19, Kabupaten Dompu masih bertengger di Level 1 dari 10 kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Apa indikator sehingga disebut berada pada Level 1 dimaksud?
Menjawab pertanyaan berbagai elemen masyarakat itu, pada Lakeynews.com, Maman menguraikan beberapa hal berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 23 Tahun 2022.
Dijelaskan, indikator penilaian untuk menentukan suatu daerah (Dompu) berada pada Level 1, antara lain, tingkat kasus konfirmasi dan tingkat pasien Covid yang dirawat di rumah sakit.
Selain itu, tingkat kematian yang merupakan komponen penilaian Transmisi Komunitas semuanya berada pada tingkat 1. Atau, kasusnya sangat berkurang, bahkan sudah tidak ada kasus.
Selanjutnya, bila dilihat dari kapasitas respon; tingkat testing, tingkat tracing, tingkat treatment menunjukan Kabupaten Dompu berada pada tingkat yang “Memadai”.
“Disamping itu, vaksinasi lengkap untuk masyarakat umum dan lansia juga berada pada tingkat yang “Memadai”,” jelas Maman.
–
Cakupan Vaksinasi
Lebih jauh Maman memaparkan perkembangan terbaru cakupan vaksinasi Covid19 di Kabupaten Dompu. Sampai Kamis (28/4) pukul 14.30 Wita, Cakupan Dosis 1 sudah mencapai 89,49 persen dan Dosis 2 sebanyak 85,08 persen.
“Tingkat (secara) kabupaten, cakupan dosis 1 dan 2 Covid19 Kabupaten Dompu berada pada Zona Hijau,” jelasnya.

Sedangkan Cakupan Dosis 3 terus kita tingkatkan. Saat ini sudah mencapai 28,13 persen. “Secara kabupaten, Dompu masih berada pada zona merah. Kita perlu kerja keras lagi,” ujar Maman.
Maman mengucapkan terima kasih dan selamat pada semua tim yang terlibat. Terutama pihak Puskesmas Ranggo Kecamatan Pajo, Puskesmas Kilo Puskesmas Kilo, Puskesmas Nangakara dan Puskesmas Calabai Kecamatan Pekat, Puskesmas Rasabou Kecamatan Hu’u dan Puskesmas Kempo Kecamatan Kempo yang sudah berada pada zona kuning. “Semoga cepat berada pada zona hijau dan zona biru,” harapnya.
Bagaimana dengan beberapa Puskesmas lain?
Beberapa Puskesmas, jawab Maman, akan masuk ke zona kuning. Antara lain, Puskesmas Kota (26,18 persen), Puskesmas Soriutu (24,74 persen), Puskesmas Dompu Timur (24,10 persen) dan Puskesmas Dompu Barat (20,32 persen).
“Semoga kita semua tetap diberikan kesabaran dalam menjalankan tugas pada bulan Ramadan yang penuh berkah dan ampunan ini,” harapnya lagi.
–
Upaya-upaya Mempercepat Capaian Target
Apa saja upaya yang dilakukan untuk mempercepat capaian target cakupan vaksinasi?
Menanggapi pertanyaan itu, Maman menyebut sedikitnya lima hal;
Pertama, membuka gerai vaksin pada tempat-tempat strategis, seperti masjid dengan manfaatkan momen setelah salat Taraweh.
Kedua, mengaktifkan Batalion Pcare (gabungan unsur tenaga Kesehatan, Polri, TNI dan Dinas Dukcapil) untuk melakukan input data dan meminimalisir disparitas antara data manual dan data KPCPEN (Komite Penanggulangan Covid19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional).
Ketiga, tetap meningkatkan edukasi tentang manfaat vaksin sehingga dipahami bahwa vaksinasi adalah sebuah kebutuhan dalam rangka menimbùlkan kekebalan pada tubuh untuk menangkis serangan Covid19.
Keempat, menjalin koordinasi dan kerja sama dengan berbagai organisasi umat, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangka vaksinasi massal.
Kelima, melakukan evaluasi, minimal satu minggu sekali. Baik di tingkat kabupaten maupun tingkat kecamatan. (tim)
