

DOMPU, Lakeynews.com – Kabupaten Dompu siap menerapkan Program Smart City (Kota Pintar). Saking siapnya, beberapa waktu lalu, Pemkab Dompu mengusulkan kepada Kementerian Kominfo (Kemenkominfo) RI agar memasukkan Dompu dalam program 50 kabupaten/kota yang bisa menerapkan Smart City 2023.
“Alhamdulillah, pada Rabu (13/4) pagi telah berlangsung Assesment Smart City secara virtual oleh Tim Kemenkominfo terhadap kesiapan Pemkab Dompu dalam menerapkan Smart City, di ruangkerja Sekda Dompu,” jelas Kadis Kominfo Kabupaten Dompu Abdul Syahid, SH.
Diketahui, smart city (kota pintar) merupakan upaya-upaya inovatif yang dilakukan ekosistem kota/kabupaten dalam mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup manusia dan komunitas setempat. Program ini diinisiasi gabungan sejumlah lembaga pemerintahan pusat dengan sasaran 100 kota/kabupaten.
Menurut Abdul Syahid, di hadapan Tim Assesment Smart City Kemenkominfo, Sekda Dompu Gatot Gunawan PP, SKM, M.Kes, menjelaskan banyak hal tentang Profil Kabupaten Dompu.
Berikutnya, lanjut pria yang akrab disapa Dae Seho itu, Sekda menyampaikan Program Prioritas Pemkab Dompu, Sarana Prasarana Telekomunikasi dan kesiapan Pemkab Dompu terkait anggaran untuk Bimbingan Teknis Smart City.
Saat itu, Sekda didampingi Kadis Kominfo, Kabag Ortala Setda, Kabid APTIKA, Kabid SANDI Dinas Kominfo dan beberapa perwakilan dinas terkait lain.
“Smart City untuk DOMPU MASHUR. Dompu yang Mandiri, Sejahtera, Unggul dan Religius,” jelas Dae Seho.
–
Sekilas tentang Smart City
Kota pintar (smart city) merupakan upaya-upaya inovatif yang dilakukan ekosistem kota dalam mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup manusia dan komunitas setempat.
Inisiatornya, gabungan sejumlah lembaga pemerintahan pusat. Yakni Kemenkominfo melalui Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PUPR, Kantor Staf Presiden, Kementerian Keuangan, Kemenko Perekonomian dan Kementerian PANRB.
“Saya melihat gerakan ini merupakan awal yang baik untuk mewujudkan mimpi bangsa ini menjadi digital nation,” kata Menteri Kominfo Johnny G. Plate di Jakarta pada tahun 2019 lalu.
Menkominfo berpesan, pekerjaan rumah selanjutnya memperluas cakupan inovasi smart city ke kota/kabupaten yang belum terpilih pada gerakan ini. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pelaku industri.
Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan, gerakan ini sebagai ajang menggalang kemampuan anak bangsa untuk berpartisipasi mengatasi masalah di perkotaan (daerah).
Peserta dipilih melalui tahap seleksi yang melibatkan tim penilai dari pemerintah, perguruan tinggi dan praktisi. Para peserta kemudian dibimbing dan diberikan pendampingan untuk memperkuat aspek fundamental menuju kota/kabupaten yang smart sesuai keunggulan, potensi, dan tantangan khas daerahnya masing-masing.
Dalam membangun kota pintar ini ada enam pilar; smart governance, smart society, smart living, smart economy, smart environment, dan smart branding. (tim)
