Guru SMAN 1 Hu’u, Kabupaten Dompu Syafruddin, S.Pd, korban penyeroyokan oknum siswa bersama kakak dan bapaknya. Hasil foto rontgen RSUD Dompu, jari manis tangan kiri Guru Udin patah. (ist/lakeynews.com)

Belum Mampu Pasang Pen, Berobat ke Tukang Tulang

DOMPU, Lakeynews.com – Bukan hanya bengkak pada wajah dan badan yang guru SMAN 1 Hu’u, Kabupaten Dompu Syafruddin, S.Pd. Hasil foto rontgen RSUD Dompu, ternyata jari manis tangan sebelah kiri Guru Matematika itu juga patah.

Diketahui, Syafruddin merupakan korban penyeroyokan yang diduga dilakukan S, oknum siswa sekolah tempatnya mengajar bersama kakak dan bapaknya, Kamis (2/12) lalu.

Baca juga: SMAN 1 Hu’u Putuskan, Siswa Keroyok Guru Dikembalikan ke Orang Tua

“Sesuai hasil rontgen rumah sakit, jari manis tangan kiri saya patah,” kata yang akrab disapa Guru Udin itu pada Lakeynews.com, Minggu (5/12) siang.

Guru Udin mengaku melakukan foto rontgen pada Jumat (3/12), sehari setelah peristiwa pengeroyokan terjadi. “Hasil foto rontgennya, saya ambil kemarin (Sabtu, 4/12),” jelasnya.

Saat mengambil hasil rontgennya, Guru Udin disarankan oleh pihak RSUD Dompu agar melakukan operasi pemasangan pen penyambung tulang. Operasi itu bisa di Sumbawa atau di Mataram.

Saran itupun dirembugkan Guru Udin dengan keluarganya. Umumnya, pihak keluarga menginginkan agar pengobatan jari tangan yang patah dilakukan ke tukang (ahli) urut tulang tradisional.

“Kami putuskan, untuk saat ini, pengobatan dilakukan secara tradisional. Kami akan berobat dulu dulu ke orang yang biasa menangani patah tulang,” jelasnya.

Mengapa tidak langsung saja ke Sumbawa atau Mataram untuk menjalani operasi pasang pen penyambung tulang?

Menjawab pertanyaan itu, Guru Udin menjelaskan, selain keluarga keras menginginkan dirinya berobat dulu secara tradisional, juga saat ini dia belum punya uang untuk itu.

“Terus terang, secara pribadi, saya saat ini belum punya uang. Baik baik untuk operasi maupun untuk transportasi dan kebutuhan lainnya. Saya juga belum punya BPJS Kesehatan,” ungkap Guru Udin jujur.

Terkait kondisi dan kebutuhannya itu, Guru Udin yang agak malu-malu mengungkapkan harapannya mengatakan, akan sangat berterima kasih jika ada pihak yang bersedia membantunya.

“Kondisi saya memang seperti ini, tapi saya malu meminta pada siapapun. Jika ada yang bersedia membantu, syukur Alhamdulillah. Saya sangat berterima kasih,” katanya menjawab beberapa pertanyaan media ini. (ayi)