Ilustrasi Tim INAFIS Satreskrim Polres Dompu, didampingi personel Polsek Woja, mengidentifikasi jenazah dan melakukan olah TKP. (ist/lakeynews)

DOMPU – Pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Dompu ditemukan tak bernyawa di lahan asimilasi, Kamis (16/7/2026) dini hari. Polisi sedang mendalami penyebab kematian pria asal Kecamatan Woja yang diberi inisial AA (57) itu.

Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika mengungkapkan, sekitar pukul 00.30 Wita korban ditemukan tergeletak oleh salah seorang pegawai Lapas, dengan posisi tengkurap di belakang kandang ayam, di lahan asimilasi Lapas Dompu.

Kata Suardika, awalnya saksi/pegawai Lapas melihat sepeda motor korban terparkir di depan pintu pagar kandang ayam. Saksi sempat memanggil korban beberapa kali, namun tidak mendapat jawaban.

“Saksi kemudian ke belakang kandang ayam dan mendapati korban sudah terbaring kaku dalam posisi tengkurap,” jelasnya dalam pernyataan tertulis pada Pers, Jumat (17/7/2026).

Saksi lalu memanggil dua rekannya. Setelah memastikan identitas dan kondisi korban, ketiga saksi melaporkan hal itu kepada petugas piket Lapas. Selanjutnya dilaporkan ke Polsek Woja.

Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek Woja IPTU Muh. Norkurniawan, memerintahkan personel piket SPKT bersama Kanit Reskrim segera turun ke lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, Tim INAFIS Satreskrim Polres Dompu juga tiba di lokasi. Mereka langsung mengidentifikasi jenazah dan melakukan olah TKP.

“Baru kemudian jenazah dipindahkan ke halaman asrama pegawai Lapas sebelum dibawa pihak keluarga menuju RSUD Dompu menggunakan ambulans Puskesmas Dompu Barat,” urai Suardika.

Kira-kira apa penyebab kematian korban? Adakah kemungkinan merupakan korban tindakan kekerasan?

“Hingga saat ini, penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam proses pendalaman. Pihak keluarga juga belum membuat laporan polisi,” ujar Suardika.

Kapolsek Woja IPTU Muh. Norkurniawan, juga belum bisa memastikannya. “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dan identifikasi untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban,” tandasnya.

Atas nama keluarga besar Polsek Woja, Norkurniawan turut berduka cita atas musibah yang menimpa almarhum.

“Kami imbau keluarga tetap tenang. Percayakan dan berikan kesempatan kepada kepolisian untuk bekerja secara profesional dalam mengungkap fakta-fakta atas peristiwa ini,” pintanya.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, juga melalui Kasi Humas mengapresiasi respons cepat personel Polsek Woja bersama Tim INAFIS Satreskrim Polres dalam menangani laporan tersebut.

“Kehadiran anggota di lokasi dalam waktu singkat menunjukkan kesiapsiagaan Polri dalam memberikan pelayanan, sekaligus memastikan setiap peristiwa ditangani secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” cetusnya. (A2)