Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan (HSP), ST, MT. (tim/lakeynews.com)

Wabup Dompu: Produk Mereka yang Kita Ambil Harus Dibayar

DOMPU, Lakeynews.com – Belum dibayarnya 1.000 bungkus kopi produksi industri kecil menengah (IKM) Kabupaten Dompu yang masuk dalam Program “JPS Gemilang”, memantik reaksi Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan (HSP), ST, MT.

Menurutnya, IKM itu mestinya dibantu. Bila dana pemerintah memungkinkan, maka patut diberikan bantuan untuk modal usahanya.

Baca juga berita sebelumnya;

Mengambil dan membayar produk-produk mereka, lanjut HSP, merupakan bagian upaya membantu dan memberdayakan IKM lokal.

Sehingga, tegasnya, jangankan tidak dibayar, mengutang saja tidak boleh. “Ngebon nggak boleh, apalagi nggak dibayar,” kata HSP pada Lakeynews.com.

Penegasan itu disampaikan HSP di sela-sela kunjungan keluarganya di Lingkungan Dorongao, Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu, Senin (20/9) petang.

“Ini, bagaimana mau berkembang IKM kita, kalau produk mereka yang kita ambil saja tidak kita bayar,” sambung pria yang oleh sejumlah orang menyebutnya sebagai Jusuf Kalla (JK)-nya Dompu.

Ditegaskan, IKM harus dihidupkan. Caranya, selain membantu mempromosikan juga dengan membeli produk mereka tersebut.

“Sepanjang ada produk IKM lokal, jangan membeli keluar,” imbuh HSP yang saat itu turut ditemani Lurah Kandai Satu Dedi Arsyik, S.Sos.

Secara spesifik terkait 1.000 bungkus kopi “JPS Gemilang” dari IKM Dompu yang belum dibayar Pemprov NTB, Wabup HSP belum bisa berkomentar terlalu jauh.

Baginya, yang terpenting adalah bagaimana pemerintah membantu menghidupkan usaha-usaha kecil yang dijalani rakyat agar lebih berkembang dan maju. (tim)