Kadis Perindag Kabupaten Dompu Hj. Sri Suzana, M.Si. (ist/lakeynews.com)

Dicueki Dinas Terkait, Kadis Perindag Dompu Tagih ke Sekda NTB via Medsos

DOMPU, Lakeynews.com – Setidaknya 1.000 bungkus kopi milik Industri Kecil Menengah (IKM) asal Kabupaten Dompu belum dibayar Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kopi-kopi tersebut ikut dalam program JPS Gemilang. Belum diketahui total nilai rupiah dari harga 1.000 bungkus kopi itu.

Terkait hal ini, Kadis Perindag Kabupaten Dompu Hj. Sri Suzana, M.Si, sudah berkali-kali menyampaikannya ke dinas terkait di Pemprov NTB. Namun, tidak dianggap. Dicueki.

Akibatnya, pembayaran hak IKM tersebut menjadi berlarut-larut dan tak kunjung berujung.

Persoalan ini terungkap setelah Umi Nana (sapaan Hj. Sri Suzana) masuk di kolom komentar dalam sebuah status akun Facebook @Lalu Gita Aryadi, Jumat (17/9/2021). Akun tersebut diketahui milik Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M.Si.

Dalam komentarnya kepada Sekda, Umi Nana mengaku, sebelumnya didatangi IKM di kantornya. IKM itu menagih harga 1.000 bungkus kopi yang ikut JPS Gemilang, yang belum dibayar.

Umi Nama mengatakan, sebelumnya sudah berkali-kali menyampaikan pada Dinas Teknis yang menangani masalah ini. Namun, tidak dianggap. Sehingga berlarut-larut sampai hari Jumat itu.

“Mungkin setelah disampaikan disini (FB, red) ada solusinya. Ada yang bertanggung jawab hal ini. Trims. Mohon maaf,” kata Umi Nana.

Sayangnya, yang disampaikan Umi Nana di Medsos itupun sepertinya belum menjadi hal menarik direspon dan ditanggapi Sekda NTB.

Namun, salah satu netizen menilai sikap Umi Nana tersebut tak kalah mantapnya.

“Dan, keterlaluan jika sudah disampaikan di ruang terbuka seperti ini tapi belum juga ada yang mau bertanggung jawab,” komentar akun Om Won.

“Aamiin semoga ada hasilnya. Kasian IKM-nya, rugi besar. Jangankan untung, malah buntung. Sediiiih,” kata Umi Nana menanggapi balik. (tim)