Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu Hj. Iris Juita Kastianti, M.M.Kes. (ist/lakeynews.com)

Akhirnya, Dompu pun Digratiskan dan Cukup di Puskesmas

REVOCUSING anggaran dilakukan di mana-mana. Mungkin di semua instansi. Dalihnya, seragam. Untuk kepentingan penanganan Covid-19.

Tidak sedikit hal yang menjadi kepentingan publik tertunda pelayanannya, karena anggaran terpangkas untuk mengatasi masalah Covid.

Tapi, toh tetap saja beberapa kebutuhan dalam penanganan Covid ini bermasalah. Baru-baru ini terjadi kelangkaan (kekurangan) tabung oksigen.

Lalu, kini dengan alasan kurangnya kemampuan dana daerah, maka, peserta seleksi (calon) guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2021 sempat diharuskan membayar Rp. 100 ribu untuk biaya Tes Antigen.

Informasi yang dihimpun media ini, jumlah calon guru PPPK Dompu 2021 yang akan melakukan Tes Antigen sekitar 6.300 orang. Jika 6.300 dikali Rp. 100 ribu, maka total dana yang bisa dikumpulkan sekitar Rp. 630 juta. Angka yang cukup fantastis.

Namun, capaian angka rupiah tersebut dipastikan batal terwujud. Pemkab Dompu, Sabtu (11/9) siang tadi membatalkan penarikan Rp. 100 ribu biaya Tes Antigen dimaksud.

Tempat pelaksanaan Tes Antigen bagi peserta dari Kecamatan Woja, Dompu dan Pajo, juga tidak lagi di Laboratorium Dikes Dompu. Tetapi peserta cukup menjalani tes di Puskesmas sekitar tempat tinggalnya.

Sama dengan kebijakan penarikan dana. Kebijakan pembatalan pun berlangsung mendadak dan tiba-tiba. Diprediksikan, langkah itu diambil setelah mendapat reaksi dan sorotan tajam berbagai komponen publik.

Informasi tidak lagi ditariknya biaya untuk Tes Antigen tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, M.M.Kes.

“Sudah ada keputusan baru dan membahagiakan hari ini. Tes Antigen tidak dipungut biaya dan tes cukup dilaksanakan di Puskesmas,” papar wanita yang akrab disapa Umi Iris itu melalui telepon genggamnya pada Lakeynews.com, siang tadi.

Baca juga:

Tes Antigen Calon Guru PPPK, Daerah Lain Gratis, Dompu Rp. 100 Ribu; Kenapa? (1)

Ditanya alasan tiba-tiba berubahnya kebijakan penarikan biaya Tes Antigen, Umi Iris tidak menjelaskannya. “Yang penting, peserta seleksi (Guru PPPK) tidak lagi membayar,” ujarnya.

Beberapa saat sebelumnya, Umi Iris mengungkapkan keputusan penarikan dana Rp. 100 ribu untuk biaya Tes Antigen peserta tes Guru PPPK diambil setelah dilakukan rapat dengan Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan, ST, MT.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wabup pada Jumat (10/9) itu dihadiri (diikuti) Umi Iris sendiri, Sekretaris Satgas Covid-19 yang juga Kalak BPBD Kabupaten Dompu Jufri, ST, M.Si dan perwakilan Forum Guru Honorer.

“Jadi, pertemuan itu menyepakati biaya Antigen Rp. 100 ribu per peserta,” tegas Umi Iris.

Sekretaris Satgas Covid-19 yang juga Kalak BPBD Kabupaten Dompu Jufri, ST, M.Si. (ist/lakeynews.com)

Keputusan lain, peserta peserta yang dari Kecamatan Woja, Dompu dan Pajo melakukan Tes Antigen di Laboratorium Dikes. Sedangkan di kecamatan lain, melakukan di Puskesmas-puskesmas di sekitar wilayah tempat tinggal mereka.

“Tapi keputusan terbaru. Semua peserta melakukan Tes Antigen di Puskesmas di wilayah masing-masing,” tutur Umi Iris.

Meski Tes Antigen dimaksud dilakukan di Puskesmas, pihaknya tetap akan memberikan pelayanan maksimal. “Kita tetap akan drop tenaga kesehatan ke Puskesmas untuk memberikan pelayanan,” sambung Umi Iris.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Satgas Covid-19 Dompu Jufri memberikan penjelasan senada dengan Umi Iris.

Menurut dia, langkah, kesepakatan dan keputusan penarikan dana untuk biaya Tes Antigen terkait dengan kemampuan keuangan daerah.

“Keputusan penarikan biaya Rp. 100 ribu karena mempertimbangkan kurangnya kemampuan keuangan daerah kita,” tutur pria yang lebih dikenal dengan panggilan Bang Jef itu. (sarwon al khan)