Potongan resi pengiriman surat klarifikasi dan lampiran sejumlah dokumen dari BM, kepala SMAN 2 Manggelewa yang diberhentikan sementara sebagai PNS kepada Gubernur dan Perwakilan Ombudsman NTB. (ist/lakeynews.com)

Lampirkan Dokumen Prahara Rumah Tangga, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Hingga SK Pemberhentian Sementara sebagai PNS

.

DOMPU, Lakeynews.com – Hanya sehari setelah mengungkapkan rencananya kepada media ini, BM, kepala SMAN 2 Manggelewa, Kabupaten Dompu yang diberhentikan sementara sebagai PNS oleh Gubernur NTB, akhirnya melayangkan klarifikasi secara tertulis kepada Gubernur, Senin (7/6).

Surat klarifikasi tersebut dikirim melalui jasa Pos dan Giro, dengan tembusan beberapa dinas dan pihak terkait di tingkat provinsi. Yakni kepada Dinas Dikbud, kepala BKD, PGRI dan IGI NTB.

“Khusus untuk IGI, saya tidak mengirim melalui Pos dan Giro, tapi diserahkan melalui pengurus IGI Kabupaten Dompu,” kata BM pada Lakeynews.com, usai mengirim klarifikasi tertulis tersebut sembari menunjukkan resi pengirimannya.

Selain kepada Gubernur dan beberapa tembusan itu, BM juga melayangkan surat berisi sama kepada kepala Perwakilan Ombudsman NTB.

Baca juga: Gubernur NTB Berhentikan Sementara Kepala SMAN 2 Manggelewa sebagai PNS

Ditanya apa saja isi surat itu, BM belum bersedia membeberkan secara detail. “Untuk sementara ini, saya belum bisa mengungkapkan secara detail. Mohon dimaklumi, ya,” pintanya. Namun, dia berjanji pada waktunya, isi detail surat dan lampirannya akan tetap disampaikan kepada media.

Sedangkan terkait lampiran surat tersebut, BM menyebut sejumlah dokumen. Baik terkait dugaan pemalsuan tanda tangan yang merundung dirinya saat ini, maupun menyangkut prahara dan hancurnya bahtera rumah tangga yang diduga kuat akibat hadirnya pihak ketiga.

Dokumen-dokumen itu, antara lain, lampiran kronologis keretakan rumah tangga. Ada juga salinan putusan perceraian BM dengan NN (oknum guru ASN) dari Pengadilan Agama (PA) Dompu.

Dokumen dalam bundel setebal sekitar 170 halaman itu, menurut BM, mengungkap semua bagian-bagian peristiwa sesuai isi gugatan cerainya di PA. “Termasuk kronologis (dugaan) perselingkuhan yang menjadi dasar gugatan cerai saya, ada di dalam dokumen 170 halaman itu,” jelasnya.

Lagi-lagi BM enggan mengungkap poin-poin paling krusial sebagai dasar utama pengajuan perceraiannya.

Akta Cerai dari PA juga dimasukan oleh BA dalam lampiran surat yang dikirimkan kepada Gubernur, Ombudsman dan beberapa tembusannya.

Dokumen lain yang dilampirkannya, bukti penyerahan uang Rp. 50 juta dari BM ke NN. Dimana, dalam uang Rp. 50 juta itu termasuk Rp. 22 juta pinjaman dari Bank Dinar.

“Untuk pinjaman uang Rp. 22 juta inilah, tanda tangan NN saya minta bantuan orang lain, karena NN tidak mau tanda tangan,” ujar BM membocorkan sedikit isi dokumen yang dilampirkannya.

Bukan itu saja. Hasil pemeriksaan psikolog terhadap tiga anaknya ikut dilampirkan. Di dalam dokumen itu, antara lain memuat pendapat anak-anak terhadap atau terkait kedua orang tuanya (BM dan NN).

“Bukti saya dilaporkan ke polisi oleh anak pembeli tanah, saya kirimkan. Saya dilaporkan penipuan. Nah, bagaimana sehingga bisa terjadi seperti itu, semuanya termuat dalam lampiran kronologis keretakan rumah tangga saya,” urainya.

Pernyataan bersama guru-guru dan staf tata usaha SMAN 2 Manggelewa yang diperkuat dengan tanda tangan, serta SK Pemberhentian Sementara BM sebagai PNS dari Gubernur NTB pun dilampirkan kembali dalam surat-surat tersebut.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB Adhar Hakim, SH, MH, yang dihubungi Lakeynews.com melalui telepon genggamnya, belum bisa berkomentar.

Jika surat tersebut sudah dikirimkan, Adhar masih menunggu dan membaca dulu surat itu. Baru kemudian pihaknya menelaah dan mengkajinya.

Jika masalah yang disampaikan melalui surat itu masuk dalam domain kerja Ombudsman, Adhar meyakinkan, pihaknya tetap akan menyikapi dan menindaklanjutinya.

“Namun, jika setelah ditelaah dan dikaji ternyata bukan merupakan bagian wilayah kerja kami, insya Allah kami akan memberikan saran dan petunjuk tentang langkah-langkah apa yang tepat dilakukan oleh bersangkutan (BM, red),” ujar mantan wartawan salah satu televisi nasional dan sejumlah media itu. (tim)