Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan, Wakil Ketua Forikan Kabupaten Dompu Hj. Siti Faridah Syahrul Parsan, Anggota DPR RI Dapil I NTB H. Muhammad Syafrudin, ST, MM dan Perwakilan KKP. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bekerja sama dengan Komisi IV DPR RI dan menggandeng Pemkab Dompu kembali menggagas Gerakan Makan Ikan (Gemarikan) di daerah ini.

Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Kantor Camat Kempo, dihadiri Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan, ST, MT, Ketua DPRD Dompu Andi Bachtiar, Wakil Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Dompu Hj. Siti Faridah,  H. Muhammad Syafrudi, ST, MM, anggota Komisi IV DPR RI dan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Artati Widiarti.

Hadir juga unsur Forkompinda, unsur Forkompinca, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dompu.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan, ST, MT, mengatakan Gemarikan dimaksudkan agar semakin bergeliat masyarakat mengonsumsi ikan, sehingga dapat bekontribusi positif pada bagi nelayan dan petani ikan air tawar.

“Jika gerakan ini diimbangi dengan peningkatan program pemberdayaan dan perlindungan kepada nelayan dan petani ikan, tentu akan berdampak pada kesejahteraan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM),” katanya saat membuka acara Gemarikan di Aula Kantor Camat Kempo, Jumat (9/4).

Menurutnya, lewat pembangunan perikanan harus didukung  penuh melalui pemberdayaan dan  maksimalisasi pengelolaan potensi perikanan dan kelautan yang ada. “Masyarakat Dompu akan sejahtera secara ekonomi dan kesehatannya akan terjamin,” jelas H. Syahrul.

Lebih lanjut dia menuturkan, tujuan utama mengampanyekan Gemarikan ini adalah pengentasan stunting. “Karena ikan mengandung banyak gizi dan protein, apalagi wilayah pantai timur memiliki banyak hasil tangkapan ikan yang melimpah,” katanya.

Pria yang akrab disapa Papi Rul ini menambahkan, pentingnya mengonsumsi ikan, agar generasi yang akan datang bisa menjadi lebih sehat, kuat dan cerdas. “Ibu-ibu adalah motor dalam rumah tangga untuk menghindari stunting,” tegasnya sembari menekankan bahwa ikan lokal jauh lebih baik daripada ikan impor.

Sementara itu, anggota DPR RI dari Fraksi PAN H. Muhammad Syafrudin menjelaskan, saat ini Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi di masyarakat. “Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (2018), salah satu permasalahan gizi di Indonesia yaitu pertumbuhan stunting/kerdil, 30,8 persen. Artinya satu dari tiga Balita di Indonesia mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis,” bebernya.

Menurutnya, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak Balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. “Kondisi stunting ini akan tampak setelah anak berusia dua tahun,” jelasnya.

“Kekurangan gizi kronis tidak hanya berdampak terhadap gagal tumbuh secara fisik, tetapi juga menghambat pertumbuhan otak yang akan mengganggu pertumbuhan kognitif dan motorik anak,” sambung pria yang akrab disapa Rudi Mbojo ini.

Kegiatan ini dimaksudkan mendorong pemerintah agar terus memperhatikan hak masyarakat yaitu hak untuk sehat dan cerdas. “Safari Gemarikan bertujuan membuka cara berpikir masyarakat sekaligus mensosialisasikan agar masyarakat mau dan terbiasa mengonsumsi ikan, karena dengan mengonsumsi ikan berarti masyarakat mau hidup sehat dan cerdas serta mendukung program sehat pemerintah,” tandasnya.

Dia mengisahkan bagaimana nasib para petani di Desa Daha, Kecamatan Hu’u, usai dilanda banjir. Cerita pilu para petani dia dengarkan langsung saat meninjau masyarakat terdampak.

“Mereka tidak bisa memanen tanamannya karena tersapu banjir sementara modal yang digunakan dalam bertani bersumber dari kredit usaha rakyat (KUR) yang merupakan program pemerintah,” ungkap pria yang sudah tiga periode menjabat anggota DPR RI ini.

“Saat itu juga saya telepon ke pusat agar pengembalian KUR dipermudah, akhirnya pengembaliannha ditunda,” cerita H. Rudi diikuti tepuk tangan meriah peserta safari Gemarikan.

Sementara itu, Drektur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Artati Widiarti, mengatakan kekurangan gizi kronis tidak hanya berdampak terhadap gagal tumbuh secara fisik, tetapi juga menghambat pertumbuhan otak yang akan mengganggu pertumbuhan kognitif dan motorik anak.

Dari sekian banyak sumber pangan yang ada, kata Dirjend, ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat tepat untuk mendukung program perbaikan gizi masyarakat dan penanganan stunting. “Ikan sebagai sumber protein yang memiliki beragam keunggulan dibanding produk hewani lainnya,” bebernya.

Pada kesempatan itu Artati menyampaikan apresiasi kepada Komisi IV DPR RI dan seluruh jajaran Pemkab Dompu.

Dia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan berperan aktif menyukseskan Gemarikan. Bersama-sama mengajak masyarakat untuk mengonsumsi ikan, berperan dalam usaha produksi mulai dari budidaya, pengolah dan pemasaran ikan dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing bangsa mendukung Indonesia Maju.

“Ayo makan ikan, makan ikan sehat, kuat, cerdas,” ajaknya. (ady/*)